Mungkin opini saya ini ada benarnya … rata-rata para radio amateur di Indonesia pasti mengenal radio CB 27MHz, yang pernah booming pada tahun-tahun 80-an.

Saya adalah salah satu dari sekian banyak radio amateur yang dihantarkan oleh CB 27MHz sebelum kemudian mengenal band HF favorit lain seperti 80M, sehingga tidak berlebihan kalau sampai hari ini saya masih menyimpan rongsokan (beberapa masih bisa berfungsi) sisa-sisa kejayaan CB-er di Indonesia.

Beberapa waktu belakangan ini bila kita sempatkan untuk tune kembali ke Band ini di kota Bandung, saya bisa memastikan bahwa di channel 30 (27.305MHz) masih dapat dijumpai cukup banyak Rekan yang bekerja di frekuensi tersebut. Secara pribadi, saya merasa band ini adalah the magic band, kalau boleh memakai istilah rekan-rekan AR, propagasi di band ini bisa dibilang jarang terbuka, sehingga komunikasi DX juga cukup sulit. Namun bila propogasi sedang membuka, AR di negara luar pagar terdengar dengan jelas dan besar seperti tetangga kita … hehehe.

Read the rest of this entry »

Tidak terasa lebih dari 1 tahun saya vakum menuliskan hasil-hasil eksperimen di blog ini, namun demikian saya ucapkan terimakasih kepada seluruh Rekans saya yang telah berkunjung ke sini. Mohon maaf bila anda menemui kekecewaan karena konten dari blog ini telah lama tidak diupdate atau mungkin pertanyaan anda disini tidak terjawab, semuanya karena kesibukan saya yang tidak dapat saya tinggalkan.

Proyek DDS dari VU3CNS ini sebenarnya telah saya rampungkan pada awal tahun 2012 ini, namun demikian baru berkesempatan menuliskannya disini saat ini.

Read the rest of this entry »

Proteus

Sejauh yang saya pernah pelajari dan tahu, salah satu simulator untuk rangkaian elektronik yang cukup terkenal adalah PSPICE (Personal Simulation Program with Integrated Circuit Emphasis), mengingatkan kepada sebuah text book wajib kuliah jurusan elektro … yaitu BECA kalau nggak salah singkatan Basic Electronics Circuit Analisys (CMIIW) karena di dalamnya juga ditampilkan berbagai simulasi dengan menggunakan PSPICE. 15 Tahun yang lalu ketika saya masih di STTTelkom, software tersebut masih sangat terbatas jenisnya dan sulit mendapatkannya, terlebih karena Internet saat itu masih merupakan barang mewah dan mahal.

Sekarang puluhan macam software dengan fungsi yang mirip dengan PSPICE telah berjamur dan bertebaran di Internet. Bahkan beberapa diantarannya disediakan versi demo namun sangat lengkap. Salah satu diantara jajaran software simulator tersebut adalah Proteus. Hingga hari ini ada beberapa program simulasi yang pernah saya pakai – untuk keperluan hobby saja, seperti Circuit Maker dan ORCAD Cadence, namun Proteus sejauh ini saya rasakan sangat berbeda, karena ia mampu melakukan simulasi rangkaian berbasis embedded system, misalnya mikrokontroler persis seperti kondisi riil. Dengan software ini, kita seperti memiliki laboratorium virtual yang sangat lengkap dengan koleksi jenis komponen yang sangat banyak … luar biasa.

Tulisan saya terlampir, hanya menyinggung prosedur utama yang biasanya paling sering digunakan bagi hobby saja, tidak untuk profesional. Ditulis sesingkat-singkatnya disertai beberapa capture gambar untuk memudahkan pemahaman.

Semoga bermanfaat … de yd1chs.

Silakan didownload disini:

Hirarki bahasa pemrograman

Saya menuliskan sebuah tulisan sederhana tentang pengenalan BASCOM AVR, meliputi langkah-langkah membuat project baru, menuliskan firmware, dan meng-compile.

BASCOM adalah salah satu bahasa pemrograman tingkat tinggi (High Level Language) produk MCS Electronics dengan menggunakan BASIC, yaitu bahasa yang sangat sederhana dan mudah dimengerti, beberapa orang menganggapnya sebagai bahasa pemrogram anak-anak karena kesederhanaannya … hehehe.

BASCOM versi Demo bisa didownload di http://www.mcselec.com/ dengan feature lengkap (seperti versi full), hanya dibatasi besarnya program code sebesar 4KB. 4KB dalam pemrograman mikrontroler adalah angka yang cukup tinggi … thanks MCS Electronics untuk software demonya.

Saya tulis sebagai materi sharing belajar bareng mikrokontroler AVR bersama beberapa rekan via email.

Left image from http://www.webopedia.com/TERM/H/high_level _language.html

Silakan download artikel pengenalan BASCOM AVR disini … BASCOM AVR Intoduction

Semoga berguna, de YD1CHS.

HW Construction

This article is delivered using Bahasa Indonesia, for the foreigner readers could activate the translator in this blog or simply translate it using “Google Translate” on your browser … this project is hardware implementation of my desain at the previous article at link http://yd1chs.wordpress.com/2011/03/20/shifted-frequency-counter-based-on-avr/

Bagi Pembaca yang berbahasa Indonesia dapat mendownload artikel ini di bawah sehingga dapat diakses secara offline, termasuk seluruh material baik skema maupun firmware.

Abstraksi

YD1CHS Frequency Counter Based on ATMEGA-8 dengan fitur HF Band Range, Arbritary IF Shifting dan Autoranging Display secara hardware telah menunjukkan performansi sesuai dengan desain yang telah saya sharing pada posting sebelumnya di blog http://yd1chs.wordpress.com/2011/03/20/shifted-frequency-counter-based-on-avr/

FC ini secara riil mampu melakukan pengukuran sinyal RF pada seluruh range HF yaitu mulai dari 0.3 sd 30 MHz. Saya belum melakukan percobaan untuk frekuensi diatas 30MHz karena keterbatasan sumber sinyal RF yang saya gunakan, yaitu buatan sendiri. Namun demikian, saya sangat yakin FC ini akan mampu melakukannya. Keterbatasan frekuensi tertinggi yang dapat diukur hanya akibat keterbatasan rangkaian front end (74LS00 dan 74LS393) dalam merespon frekuensi tinggi sinyal. Menurut datasheet mereka, mereka masih mampu melakukan respon dengan baik sampai dengan frekuensi sekitar 50MHz, please CMIIW.

FC juga mampu melakukan penyimpanan sebuah frekuensi IF (intermediated frequency) secara bebas dari sebuah BFO atau sumber sinyal lainnya. Pada kesempatan ini, saya mempergunakan IF dengan frekuensi sekitar 13MHz.

Secara mengesankan FC berhasil menampilkan “Shifted Frequency”, yaitu selisih frekuensi antara F dan IF, disertai dengan indikator F>IF, F<IF, F=IF ataupun F=0. Selisih ini saya desain selalu bersifat positif, dimana selalu nilai terbesar dari F atau IF dikurangi dengan nilai yang lebih kecil. Indikator di atas, membantu kita untuk menentukan bagaimana posisi F dibandingkan dengan IF. Dalam aplikasinya di Single Convertion Trasnceiver, indikator-indikator tersebut dapat bermakna USB atau LSB sesuai dengan konfigurasi dari transceiver kita.

Terakhir, perhitungan “SHIFTED” ataupun “UN-SHIFTED” dapat dipilih oleh user dengan hanya mengaktifkan sebuah switch pada pin 5 ATMEGA-8. High = Un-Shifted dan Low = Shifted.

Secara umum seluruh fitur dari FC ini telah terbukti secara hardware dan dapat diimplementasikan sesuai dengan kebutuhan user. PCB untuk aplikasi ini dapat didesain dengan mudah, karena layout komponen tidaklah terlalu kritis.

Read the rest of this entry »

Shifted FC

This article was delivered by Bahasa, for English readers please either download an English version or activate a translator feature availabled in this blog. Here it is: Article_on_EN

ABSTRAKSI

Masih seputar dunia 8 bits microcontroller, namun kali ini saya akan tampilkan produk dari AVR yaitu ATmega-8 28 pin. Project yang saya desain ini adalah isu kuno yaitu sebuah frekuensi meter untuk band HF yang dilengkapi dengan fasilitas autoranging dan IF shifting.

Yang saya maksud dengan fitur autoranging adalah FC akan menyesuaikan tampilan pembacaan frekuensi, mulai dari xxx.xx Hertz, xxx.xxx.xx KHz dan xx.xxx.xx MHz.

Selanjutnya, fitur IF Shifting adalah tampilan frekuensi yang telah dijumlahkan atau dikurangkan dengan sebuah Frekuensi IF yang sebelumnya telah disimpan di dalam EEPROM. Pemilihan Frekuensi IF dilakukan oleh user dengan mengukur terlebih dahulu frekuensi pada blok LO, kemudian baru dilakukan penyimpanan ke EEPROM, dengan demikian berapapun frekuensi IF yang user miliki dapat dijadikan referensi. Dalam mode IF shifted, pada LCD baris kedua akan ditampilkan informasi tambahan yaitu:

  • Shifted   F=0
  • Shifted   F>IF
  • Shifted   F<IF, atau
  • Shifted   F=IF

Bila user tidak membutuhkan fitur ini, maka cukup melakukan release tombol “SHIFT”. Dengan demikian, maka user akan dapat mengetahui berapa besar Frekuensi IF yang tersimpan di dalam EEPROM dengan membandingkan perbedaan tampilan frekuensi pada mode “SHIFTED” dan “UN-SHIFTED”.

Read the rest of this entry »

Archieves

Categories

Since 2008, Sept

  • 612,970 hits

My Photos Gallery

Lazy Tower

More Photos
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 57 other followers