Sampai saat ini saya mengharapkan anda telah berhasil merangkai semua blok pada jalur penerima (RX). Sebagian dari jalur penerima nantinya juga akan digunakan pada jalur pemancar (TX), hanya beberapa IF/RF Amp saja yang perlu dirangkai di sini.
Pertama mari bersama-sama kita lihat diagram blok BITX terutama jalur pemancar. Sama dengan penerima, penggenerasian sinyal SSB pada BITX juga menggunakan singgle convertion, dimana dari tingkat IF menuju ke RF hanya dilakukan shifting sekali saja. Untuk memudahkan alur cerita ini, anda dapat juga melihat perubahan yang terjadi pada sinyal di frequency domain di samping.
Pertama sinyal voice (baseband) dikuatkan oleh MIC Amplifier, kemudian sinyal ini dimodulasi dengan SBM ke IF frekuensi sebesar 10MHz. Kita mendapatkan sebuah sinyal yang masih lengkap baik sisi USB maupun LSB, sementara SSB Filter kita memiliki frekuensi tengah di 10MHz, untuk memperoleh pancaran LSB (sesuai dengan aturan di ORARI), kita harus menyuplik porsi sinyal USB pada IF singnal ini, dengan demikian, maka BFO harus diturunkan frekuensinya sekitar 1.5KHz dari 10MHz. Untuk menurunkan frekuensi BFO ini dapat digunakan konfigurasi VXO (Variable X’tal Oscillator), yaitu X’tal diseri dengan sebuah lilitan 15uH dan capacitor variable untuk adjuster.
Selanjutnya, sinyal keluaran dari SBM tersebut dikuatkan dengan sebuah IF Amplifier 1 transistor Q11, sebelum masuk ke SSB Filter 10MHz. Seperti yang dijelaskan diatas, SSB Filter ini tepat akan memotong porsi sinyal dari SBM dengan BW sekitar 3KHz dan frekuensi centre 10MHz. SSB filter ini akan mencuplik porsi USB (Upper Side Band) dari sinyal kita, tanpa carrier.
Selepas dari SSB Filter, sekali lagi sinyal kemudia dikuatkan dengan sebuah IF Amplifier 1 transistor Q12. Untuk mencapai frekuensi kerja (80M) yang diinginkan, maka sinyal IF ini kemudian dimodulasi oleh blok DBM dengan carrier sinyal dengan frekuensi sekitar 7 MHz.
Keluaran DBM menghasilkan sinyal dengan frekuensi sekitar 17MHz (USB) dan 3.9MHz (LSB), sinyal ini kemudian dikuatkan oleh penguat RF dengan 1 transistor Q13 untuk difilter pada BPF yang bekerja ada 80M band, sehingga diperoleh sinyal LSB pada band 80M.
Sebelum dikuatkan oleh RF Linear Amplifier, sinyal ini dikuatkan dulu oleh RF Pre-Amplifier 1 transistor Q14.
Setelah mengetahui secara umum cara kerja BITX jalur pemancar, maka berikut akan disharing tips saat penulis membuat BITX-80.
JALUR TRANSMITTER (TX)
MICROPHONE PRE-AMP
Penguat microphone ini terdiri hanya 1 buah transistor saja, dengan tanpa dilengkapi gain control dan tone control. Condensor mic digunakan disini, sebab harganya sangat murah dibandingkan dengan microphone dynamic.
Penguat microphone disini dapat dimodifikasi sesuai dengan selera, misalkan menggunakan IC Opamp, diberi tone control dan gain control. Rangkaian penguat mic ini nantinya sangat mempengaruhi kualitas modulasi yang dihasilkan oleh exciter BITX ini, bisa “cempreng” atau “dungdung”, jadi silakan untuk berkreasi sesuai harapan anda.
Cara Mengetes Microphone Pre-Amp
Pengetesan dapat dengan mudah anda lakukan dengan menyambungkan keluaran blok ini dengan sebuah headphone berimpedansi tinggi, atau bila anda memiliki speaker aktif komputer masukkan ke input, lalu bicaralah dengan jarak yang cukup didepan mic, pastikan modulasi terdengar tanpa catat dan dengung.
Untuk mendapatkan warna suara yang berbeda anda dapat bereksperimen dengan mengganti tipe transistor atau melakukan penggantian pada capacitor coupling.
SBM (Single Balance Modulator)
Blok ini telah dijelaskan secara detail pada bagian 1, silakan merefer ke sana.
Cara pengetesan
Karena keluaran sinyal dari SBM ini levelnya sangat kecil, maka testing dapat dilakukan setelah dilakukan penguatan oleh penguat IF Q11.
Pada bagian collector penguat RF pasang sehelai kawat, lalu taruh RIG All Band disamping BITX ini, pilih frekuensi sekitar 10MHz, bicaralah didepan microphone atau ganti microphone dengan sumber tone 1 KHz, pastikan terdengar dengan baik di RIG.
SSB (Single Side Band) FILTER
SSB Filter akan mengambil porsi USB dari sinyal AM-DSB-SC (Amplitude Modulation Double Side Band Supressed Carrier) keluaran dari SBM, hanya pada sisi USB (Upper Side Band), sehingga adjustment di frekuensi BFO untuk turun 1.5KHz dari 10MHz harus benar-benar tepat, sehingga diperoleh sinyal SSB yang linear (tidak cacat).
Setelah melewati SSB Filter, kemudian sinyal dikuatkan oleh penguat IF amplifier Q12.
Cara Pengetesan
Pada kaki collector Q12 beri seutas kawat, dekatkan pada RIG All Band, pilih mode USB pada frekuensi sekitar 10MHz, atur-atur frekuensi BFO sampai diperoleh modulasi yang sempurna.
DBM (Double Balanaced Modulator)
Karena IF masih berfrekuensi di 10MHz dan mode USB, maka DBM digunakan untuk menggeser sinyal ini berosilasi di band 80M dengan mode LSB, prosesnya lihat dalam grafik di atas.
Cara Pengetesan
Karena keluaran dari DBM terdiri dari beberapa macam signal dengan frekuensi yang berbeda-beda, maka pengetesannya belum bisa dilakukan.
BPF (Band Pass Filter)
Setelah dilewatkan sebuah penguat RF, maka BPF hanya akan meloloskan sinyal LSB pada band 80M saja. Selanjutnya sinyal ini dikuatkan lagi dengan sebuah RF pre-amp sebelum masuk ke RF Linear Amplifier.
Cara Pengetesan
Tune RIG All band di Band 80M dengan mode LSB, scan sampai diperoleh pembacaan pada sinyal kita, bicara atau masukkan sinyal 1 khz ke microphone, tune ferit BPF dan Frekuensi BFO sampai diperoleh sinyal terbaik.
Demikian, bila step ini berhasil dengan baik maka BITX-80 anda siap untuk diperkuat oleh sebuah linear amplifier.
Ada beberapa jenis linear amplifier yang bisa digunakan, yaitu class A atau class AB (Push-Pull), yang biasanya paling banyak digunakan untuk keperluan ini adalah class AB karena efisiensinya lebih tinggi serta dengan transistor yang relatif murah diperoleh power output yang besar.
Namun, untuk eksperiment ini Farhan juga sudah menyediakan sebuah Linear Power Amplifier sederhana menggunakan sebuah MOSFET IRF510 yang harganya cukup murah (Rp.5.000/buah) dengan keluaran sekitar 6 watt. Rangkaian bisa dilihat disamping.
Terakhir tentang BITX-80, anda bisa melakukan perubahan ke semua band amatuer kesukaan, baik di 40M s.d 10M, dengan perubahan pada blok utama:
- VCO – disesuaikan dengan band kerja
- BPF – disesuaikan dengan band kerja
- Yang lain tetap … namun bila mau, beberapa band bisa kita jadikan satu seperti sebuah radio all-band komersial.
Diskusi Tentang Pengembangan BITX
Gambar disamping adalah BITX-80 yang saya buat, karena tidak mau susah-susah, PCB layout saya download dari website Mr. Farhan. PCB layout asli didesain dengan double layer, sehingga saya harus melakukan sedikit modifikasi dengan menghubungkan semua titik yang terhubung ke ground (yang seharusnya bersatu pada 1 layer). Tidak ada perubahan tata letak pada eksperimen yang saya lakukan, dimana masing-masing blok fungsi saya tandai untuk memudahkan lokalisir gangguan, serta sebagai wahana untuk belajar para peminat lainnya. PCB saya buat dengan menggunakan kertas khusus membuat PCB, yaitu tinggal difoto copy diatas kertas tersebut, selanjutnya kertas disetrika diatas PCB yang telah dibersihkan (diamplas), dan direndam air dingin sekitar 2 jam, sehingga kertas yang tidak menempel di PCB akan lembek dan mudah dibersihkan dengan tangan, baru direndam dilarutan ferycloride (kalau nggak salah namanya).
BITX buatan farhan ini masih banyak yang perlu dikembangkan, sehingga lebih bagus lagi performannya, diantaranya adalah :
- Mengganti VCO menjadi PLL (Phase Locked Loop) atau AFC (Automatic Frequency Controller) untuk memperoleh kestabilan frekuensi yang lebih baik, namun harga jadi mahal
- Menambahkan sebuah AGC (Automatic Gain Controller) pada rangkaian sebelum masuk ke penguat AF LM386, karena dengan rangkaian asli, maka pendengar akan terkejut bila pada saat monitoring stasiun jauh ada stasiun lokal masuk … wow !!!!
- Untuk menambah kepekaan dan selectivitas, 2 stage convertion bisa diterapkan.
- Mengganti penguat RF/IF berbasis transistor dengan rangkaian penguat RF/IF berbasis IC yang biasanya gain dan BW-nya lebih bagus, namun harga jadi mahal … sebuah dilema
- Menambahkan sinyal meter untuk penerimaan.
- Dan lain-lain … terserah kepada anda.
Yang paling penting disini adalah, bagaimana membuat radio amateur dengan komponen yang murah, mudah didapat, mudah dibuat, dan enak didengar … anda yang berhak memilih !
Have a nice day … OM (Old Man) !








62 comments
Comments feed for this article
December 18, 2008 at 1:17 pm
Bagus
Makasih ,artikelnya sangat menarik.Tolong pencerahannya…
saya dah buat bitx-80 dan dah bekerja dgn baik,tapi ada satu
masalah yaitu bila saya hidupkan tv maka suara saat rx terdengar noise
gemeretak yang menganggu.kalo tv dimatikan noisenya hilang.
Salam homebrewing…..
December 18, 2008 at 4:45 pm
YD1CHS
Dear OM Bagus,
Pertama saya ucapkan selamat atas berhasilnya pembuatan BITX-80, sebuah kepuasan yang hanya bisa dirasakan oleh para Hombrewer !
Saya tidak bisa memastikan dari mana masuknya noise tersebut, namun beberapa hal berikut mungkin bisa menjadi konsideran OM dalam melakukan improving BITX-80:
1. Pastikan bahwa tidak ada RF yang lewat melalui line power supply, dimana noise yang digenerate oleh Home Appliance (misal. TV, Mesin Cuci, Mesin Pompa Air, Blender, dll) dapat berjalan dan masuk ke radio kita via power line (AC -> ke Trafo PSU kita -> Radio).
Untuk mengurangi “man made noise” dari home appliance telah banyak dijual filter noise limitter (biasa dipakai di Tape Mobile untuk menghilangkan noise dari kumparan ampere atau kompresor AC). Di Pasar Cikapundung dijual dengan harga Rp. 20.000,- ribu per buah.
Namun OM bisa membuat sendiri rangkaian noise limitter ini sendiri (kita kan hombrewer … hehehe). Rangkaian noise limitter ini sebenarnya hanyalah sebuah LPF (Low Pass Filter) yang biasanya terdiri dari sebuah lilitan dan capacitor. Salah satu LPF ini saya tulis di tulisan dalam blog ini, yaitu dalam “Modifikasi CPU PSU menjadi 13.8V” … silakan anda baca, mungkin dapat memberikan inspirasi.
2. Kemungkinan kedua, noise itu merambat melalui udara. Anda pasti pernah mendengarkan noise di radio pada saat ada sepeda motor lewat di depan rumah kita, nah mungkin seperti itu analoginya. Seingat saya hal ini kalau diluar negeri diatur benar, yaitu disimbolkan dengan FCC itu lho (CMIIW) …
Bila ini kejadiannya, kita memang perlu mengimprove BITX ini dengan rangkaian Noise Blocker/ Limitter seperti di RIG-RIG produk pabrik. BITX memang masih sangat basic, belum ada AGC dan Noise Blocker/ Limitter. Namun, saya belum bisa memberikan comment banyak dalam hal ini, sebab belum pernah membuatnya di BITX-80 saya.
Mungkin dua hal tersebut yang bisa saya sampaikan sesuai dengan batas pengetahuan saya, namun mudah-mudahan dapat memberikan inspirasi ke OM.
Thanks atas kunjungannya …
73 de YD1CHS
December 19, 2008 at 12:22 am
Amin
Salam kenal OM, bravo untuk blog dan artikel2nya.
Beberapa waktu lalu saya juga mencoba merakit BITX untuk 80m
(baru receiver saja) hasilnya cukup lumayan dalam receive untuk sebuah homebrew dengan komponen yang minimal.Memang betul BITX cocok untuk temen2 amatir yang baru pertama kali ingin mencoba membuat transceiver SSB sederhana
Salam hombrewer
73 de YD2MJR
December 19, 2008 at 12:28 am
Amin - YD2MJR
Sekedar tambahan saya memakai kristal frek. 11.0592 untuk
IF filternya.Mungkin temen2 amatir bisa menggunakan kristal dengan frek. lain asal perbedaan tiap kristal tidak lebih dari 50Hz
Trims
Salam homebrewer
73 de YD2MJR
December 21, 2008 at 8:27 pm
khoirul anam
salut dgn artikel2 yg termuat dalam blog ini.
btw apakah pcb untuk bitx 80 bisa diupload untk saya coba prakterkkan?
terima kasih sebelumnya
salam de
khoirul
December 26, 2008 at 5:41 pm
Amin-YD2MJR
untuk eksperimen atau prototype saya merangkai BITX80 dengan teknik ‘ugly construction’ seperti yang disarankan Farhan untuk mempersingkat waktu dan efisiensi, karena dengan teknik tsb kita bisa pasang atau mencabut komponen lebih mudah dan sistem grounding lebih bagus mengingat yang kita rangkai adalah rangkaian RF
January 3, 2009 at 6:26 am
YD1CHS
Dear OM YD2MJR,
Benar saya setuju, namun kebetulan saya menggunakan project board untuk membuat prototype-nya, dan hasilnya tidak terlalu mengecewakan.
Regards
YD1CHS
January 3, 2009 at 8:24 am
YD1CHS
Dear OM Khoirul Anam,
Saya telah kirim ke email OM, please check your inbox.
73 de YD1CHS
January 3, 2009 at 8:44 am
YD1CHS
Dear OM YD2MJR,
Benar, pembuatan X’tall filter dengan mode Ladder memang gampang-gampang susah.
Gampangnya yaitu hanya membutuhkan x’tall dengan tipe dan harga sejenis, tidak seperti pada lattice filter, jadi kita-kita mungkin membuatnya sendiri dengan menggunakan x’tall yang tersedia di pasaran.
Susahnya, adalah menemukan 4 buah x’tall yang IDENTIK atau NYARIS IDENTIK. Banyak metode sederhana yang bisa dilakukan untuk menentukan, salah satunya dengan menggunakan sebuah rangkaian oscillator sederhana, dan mengukur frekuensi resonansinya, kemudian memilih diantaranya yang perbedaan frekuensinya tidak lebih dari beberapa puluh hertz. Bila perbedaannya sampai ratusan bahkan kiloan Hertz, salah-salah kita bukannya membuat filter, namun malah membuat tembok atau barrier … wah berabe dach … hehehe. Jadi untuk memilih 4 buah x’tall sejenis, anda minimum belanja 10 buah x’tall untuk dilakukan “beauty contest” …
Thanks OM YD2MJR atas tambahan infonya …
73 de YD1CHS
January 3, 2009 at 8:45 am
YD1CHS
Dear OM YD1MJR,
Selamat atas keberhasilannya, suatu kepuasan yang hanya bisa dirasakan oleh para Homebrewer …
Regards
YD1CHS
January 7, 2009 at 2:57 pm
Arif B, Jogja
Om YD 1 CHS … ! saya dah pernah coba kirim pertanyaan, tapi smpe skrg blm ada balasan, please jawab yaaa…! Itu yang soal BPF dari 3,5 mpe 28 Mhz, jika menggunakan toroid diameter berapa, kawa email diamater berapa dan jumlah lilitan,sekalian kalo menggunakan koker dgn ukurannya sekalian. Kebetulan sy punya kristal filter 10,7 Mhz, jadi mo segra saya buwat mumpung banyak referensi.
N sekalian sy minta di Up load PCB nya BITX 80nya ke e-mail. Trim’s bantuannya.
73 Kriting Jogja
January 7, 2009 at 6:06 pm
YD1CHS
Dear OM Kriting,
Seingat saya sudah saya jawab lho, namun nggak via email, tapi di blog ini, ok dech akan saya email saja yaa …
Regards
YD1CHS
January 21, 2009 at 4:10 pm
Gazel
Dear Om Cholis Safrudin / Yd1Chs,
Kirimannya yg kemarin sdh sy terima, namun pada saat di download tdk bisa dibuka krn filenya berjenis gif, bisa nggak om filenya jenis pdf, trm kasih sebelumnya.
Regards,
Gazel
January 21, 2009 at 6:08 pm
Adiis
Dear bung Cholil,
Maaf mau pinjam frequensi, eh maksudnya pinjam alamat anda sedikit.
Sdr.Amin yang posting diatas apakah yang tinggal dipasar minggu Jakarta apa bukan, mohon maaf kalau saya salah.
Yah terima kasih Bung Chol, halaman dikembalikan lagi
Best 73
Adiis, Pondok Bambu, Jakarta Timur
January 22, 2009 at 12:25 pm
YD1CHS
Dear OM Gazel,
Sudah saya kirim ulang dengan format PDF, silakan dicek kembali inbox.
Regards de YD1CHS
February 7, 2009 at 9:32 am
ria
om saya baru baca2,saya beminat mau coba cuman schemanya ,dan gambar pcb,kalau tdk keberatan tolong kirimkan,ke email saya;
riadenz@yahoo.com.
makasih sebelum nya.
February 21, 2009 at 5:50 pm
hudi
deHUDI NEWYORKARTOHADIDININGRAT
USUL UUUUUUUUUUUUUUUUUUUSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSULLLLL BOS SOB EH BOS MBOK YAO KALO NULIS GAMBAR SKEMA NILAI KOMPONEN DIPERJELAS ADA YANG TDK TERTULIS KAN KITA GAPTEK SUWUN MISAL NILAI TR ATAWA R GITU LOH SALAM 73
March 18, 2009 at 8:54 pm
Mustafa kamal
Dear YD1CHS, Saya minat juga dengan transceivernya tolong dong dikirim ke e-mail saya skematik dan layoutnya.
Terima kasih
March 20, 2009 at 7:03 am
YD1CHS
Dear OM Mustafa Kamal,
Done, please check ur inbox.
Regards
March 26, 2009 at 8:18 pm
yc1bvk
cuma monitor, sambil nyolder, ha…ha… salam buat yd2mjr.
April 30, 2009 at 4:47 pm
penggemar
Saya juga mau dikirimi skema dan layoutnya. Matur nuwun sak derenge…
May 7, 2009 at 10:57 am
Dedi Suhendi
Dear YD1CHS, Saya minat juga dengan artikel BITX-80 transceivernya tolong dong dikirim ke e-mail saya skematik dan layout PCB,tata letak komponen.
Trima kasih banyak mas.
May 8, 2009 at 6:54 am
YD1CHS
Dear OM Dedi Suhendi,
Sorry telat replaynya, karena off-line hampir seminggu, silakan check di inbox OM.
Selamat, bereksperimen dan semoga berhasil.
Regards
YD1CHS
May 8, 2009 at 5:19 pm
Adi Is
Hehe… apa lagi tuh yang disolder Solihin san ?.
Kasih saya dong copy schema PS Switching yang anda buat 60 A tempo hari.
Japri saja ke alamat saya :
adiis2009@gmail.com
Arigato ….
June 2, 2009 at 10:01 am
de Hoedi
gambate…..(kerja keras) lanjut terus jangan mundur……inovatif kreatif sip fokoke…………salam 73
June 2, 2009 at 8:42 pm
Abu Salma
Dear Om YD1CHS,
Saya tertarik dengan artikel anda. Kalau boleh saya minta dikirimi lay out PCB, tata letak komponen dan skema beserta daftar komponen secara lengkap via email. Sekalian mau tanya nih, kenapa kita harus memilih 4 X’tal dari 10 x’tal yang ada. Bukankah jenis dan nilainya sama? Mohon maaf karena saya sangat newbie dalam hal ini.
Terima kasih.
Salam homebrewer,
Abu Salma
June 3, 2009 at 2:37 pm
ami
om gw mau tanya ?. gemana cara ngilangin gengung terus ngilangin nois,pada ampli gw power ampli ocl tulisanya 200 watt. sebelumnya makasih ditunggu yaaa.om………. jawabannya
June 4, 2009 at 6:12 am
Abu Salma
Om YD1CHS,
Setelah saya mencoba membaca dan membandingkan skema asli dari Farhan, saya tidak melihat perbedaan, baik skema maupun komponen yang digunakan. Lalu apa yang membedakan sehingga frekuansi / band yang bekerja berbeda, yaitu 80 meter dan 20 meter. Atau saya yang kurang jeli ya?
Kemudian sampai band manakah BITX ini masih mampu bekerja?
Terima kasih Om atas pencerahannya.
Salam homebrewer.
Abusalma
June 4, 2009 at 3:04 pm
Abu Salma
Dear All,
Saya menemukan link yang menjelaskan rangkaian frequency counter yang menggunakan PC. Cukup sederhana, karena hanya menggunakan 1 IC yaitu 74HC4060. Sedangkan interface ke pc melalui line in soundcard. Tampilan di monitor juga bagus. Namun masalahnya di kota saya (Solo) IC tersebut tidak tersedia. Sempat tanya2, yang ada itu seri MC4060. Buat rekan2 yang sudah senior mungkin bisa bantu saya, apakah kedua IC tersebut memang sama atau tidak. Dan kira2 saya bisa memperolehnya di mana?
Oh iya, link nya adalah : http://www.opend.co.za/hardware/freqmeter1/index.htm
Terima kasih.
Salam,
Abusalma
June 5, 2009 at 7:42 am
YD1CHS
Dear OM Abu Salma,
Nice Web, dan cukup cepat dan mudah untuk dibuat, oh yaa … IC tersebut adalah jenis TTL biasanya dimulai dengan 74XX4060, XX bisa macam-macam sesuai dengan pabrik pembuatnya misal 74HC4060, 74LS4060, dll.
Harusnya IC tipe ini sangat banyak dan umum diperoleh di pasar atau kios elektronik, salah satunya silakan cek di http://www.centralelectro.com
lalu harganya IC TTL itu juga biasanya murah nggak terlalu mahal.
IC tersebut memiliki fungsi sebagai Pre-Scaler atau Divider (14 Stage Binary Counter), bisa bekerja sampai dengan 30MHz, diturunkan ke frekuensi audio sampai dengan 20KHz, sesuai dengan kemampuan soundcard PC.
Semoga berhasil mendapatkan IC-nya … have a nice hunting !
Regards
YD1CHS
June 5, 2009 at 8:00 am
YD1CHS
Dear OM Abu Salma,
Layout, Schematic dan PCB BITX sudah saya kirim via email OM.
Dari beberapa comment OM, saya rangkum ada beberapa pertanyaan, saya akan coba untuk meresponse, namun bila ada Rekans lain yang menambahi please welcome.
1. Pemilihan 4 Xtal dari 10 buah, … ?
Response: Sebenarnya tidak harus seperti itu, namun hal ini dilakukan untuk mengeliminir komponen elektronik yang berada dipasar biasanya memiliki toleransi nilainya, misalkan 10% dari nilai nominalnya.
Untuk membuat SSB yang memiliki BW 2.5KHz s/d 3KHz, maka dibutuhkan 4 buah Xtal dengan frekuensi center (bukan yang tertulis, namun dalam kenyataan) merekan tidak boleh melebihi puluhan sampai dengan beberapa ratus Hz saja. Karena dengan toleransi 10% saja, dalam sekali beli Xtal bisa jadi memiliki frekuensi center antara 9.9 a/d 11 MHz.
Dengan deviasi ratusan atau bahkan ribuan Hertz, alih-alih membuat SSB Filter, kita justru membuat sebuah Tembok/ Benteng yang tidak mungkin dilalui oleh SSB Signal.
2. BITX-20 dan BITX-lainnya skematik sama, dimana bedhanya … ?
Response:
BITX-20 merupakan barebone dari TRX, simply speaking yang membedakan untuk band yang lain adalah di Frekuensi Osilasi VCO, Band Pass Filter (BPF) dan Local Oscillator LO (Beat Frequency Oscillator).
BITX bisa dioperasikan di semua band HF. Untuk memodifikasinya cukup dengan menggunakan perhitungan sederhana antara LO, SSB Filter dan VCO saja. Misal kita ingin bekerja di band 14MHz dengan Frekuensi center SSB Filter 10MHz, maka VCO harus berada disekitar 14-10 = 4MHz atau 14+10 = 28MHz, sementara frekuensi LO berada diatas atau dibawah SSB Filter sesuai dengan mode komunikasi LSB atau USB.
Demikian OM, semoga menambah wacana kita.
Regards
YD1CHS
June 5, 2009 at 3:40 pm
Abu Salma
Dear Om YD1CHS,
Pertama, saya ucapkan terima kasih atas kiriman layout PCB dan juga penjelasannya. Namun sorry berat nih karena saya mesti bertanya pada anda lagi. Mudah-mudahan anda tidak bosan menjawab.
1. Layout PCByang anda kirim itu kok sepertinya jalur ground tidak saling berhubungan ya? Mohon penjelasan.
2. Seandainya saya sudah ada 5 xtal senilai 24,.. MHz, kemudian saya pasang dalam rangkaian, apakah hal tersebut memungkinkan? Dan apakah saya harus melakukan menyesuaian terhadap komponen2 yang lain?
Terimakasih dan mudah2an anda tidak bosan menjawabnya.
Regards,
Abusalma
June 7, 2009 at 11:16 am
Abu Salma
Dear Om YD1CHS,
Saya sudah mendapatkan IC 4060 yang saya cari. Thank’s atas infonya. Dan saya juga sudah merakit rangkaian frequency counter. Kemudian saya coba untuk test oscillator yg ada di : http://cappels.org/dproj/LPAM/4mmo.htm
Kebetulan saya punya xtal 3,5 MHz.
Namun ketika saya coba test osilatornya saja, hasilnya berfluktuasi antara 2-7 MHz. Dan ketika saya masukkan modulatornya, hasilnya antara 19-30 MHz.
Kira-kira hal ini normal atau ada masalah dengan rangkaian, baik osilator maupun frequency counter nya?
Thank’s ya Om, mudah2an anda tidak bosan-bosan menjawabnya.
Regards,
Abusalma
June 8, 2009 at 7:31 am
YD1CHS
Dear OM Abu Salma,
Saya sudah cek dihyperlink yang OM sertakan di response, rangkaian tersebut merupakan sebuah TX AM sederhana dengan modulasi sistem trafo-less, biasanya digunakan untuk pemancar berdaya kecil.
Untuk keperlua ini, saya kira OM tidak perlu memodulasi, atau rangkaian modulatornya dibuang atau langsung saja hubungkan tegangan catuan 8V ke kaki kolektor transistor 2N4401 yang sebelah bawah (bagian OSC), seharusnya OM akan mendapatkan OSC Sinusoidal murni dengan frekuensi sesuai dengan XTal OM.
Bila OM punya RX, silahkan dicoba dulu dimonitor untuk memastikan OSC benar-benar berosilasi di Frekuensi tersebut, bila tidak memiliki RX khusus, OM bisa menggunakan radio receiver SW (Short Wave), tuned disekitar 3.5MHz, pastikan dengung dari OSC terdengar di pesawat SW dimaksud.
Selanjutnya, untuk mencobanya ke rangkaian frequency counter, tambahkan capacitor coupling sebesar 10nF atau 1nF pada antenna OSC sebelum masuk ke Freq Counter, pasang juga ground menjadi satu dengan Freq Counter, jangan lupa capacitor coupling-nya yaa, sebab bila tidak ditambahkan ini, maka akan ada arus DC mengalir ke rangkaian Freq Counter, yang tentu saja akan mempengaruhi hasil pembacaan atau bahkan mempengaruhi kerja OSC secara keseluruhan.
Pastikan level amplitido yang masuk ke Freq Counter sesuai dengan yang dibutuhkan oleh Freq Counter, sebab bila terlalu kecil maka akan memberikan pembacaan yang salah.
Demikian semoga berhasil eksperimennya.
Regards
YD1CHS
July 21, 2009 at 3:08 pm
Putut Widodo
Ass Wr Wb
To Mr Colis S
Wah diskusi PICmikronya agak sepi ya….!? hmm mungkin pada sibuk semua ya….!! Ini aku mau tanya om mengenai BITX. aku dah experimen BITX sesuai petunjuk anda, dan hasilnya lumayan (bagi saya sendiri he he he). Trus aku kan punya skema AGC dari YTh YD1JJJ (bpk Indra). Kalo saya pasang di BITX output inputnya masuk pada rangkaian mana ya pak pada BITX…? Mohon maaf ya om agak kombinasi bitx+agc form mr Indra. he he he…
Wass Wr Wb
Putut Widodo
Kediri
July 29, 2009 at 7:10 pm
prima
Salam kenal, saya membaca uraian dan komentar di blog ini sangat membantu saya. Maklum lagi belajar elektronika RF. Saya mohon info, bagaimana merubah transmitter AM menjadi SSB? Mungkin anda punya skemanya atau links utk referensi utk saya. Kebetulan saya punya transmitter AM Homebrew dan ingin memodifikasi menjadi SSB. Terima kasih.
July 31, 2009 at 7:52 am
YD1CHS
Dear OM Prima,
Untuk merubah Penerima AM-DSB menjadi AM-SSB jauh lebih simple dibandingkan untuk merubah AM-DSB menjadi AM-SSB (CMIIW).
Kalau boleh saya tebak, pemancar AM-DSB miliki OM Prima pasti menggunakan sebuah trafo modulator yang ditempatkan di stage-final pada pemancar, saya dulu juga pernah membuat dan memilikinya, secara sederhana flowchartnya bisa digambarkan berikut:
VCO –> Buffer –> RF Pre-Amp 1 –> RF Pre-Amp 2 –> Modulator –> RF Final –> Antenna
Hampir semua stage AM-DSB masih bisa digunakan untuk AM-SSB, stage yang tidak dipakai lagi adalah Modulator (dengan trafo modulator), sementara stage yang perlu ditambahkan adalah Pre-Amp Mic, Modulator 1, SSB Filter, BFO, Modulator 2 dan BPF sehingga diperoleh flowchart sbb:
Pre-Amp Mic –> BFO + Modulator-1 –> SSB Filter (2.5KHz) –> VCO + Modulator-2 –> RF Pre-Amp 1 –> RF Pre-Amp 2 –> RF Final –> Antenna
Jadi eks. AM-DSB masih digunakan di VCO, RF Pre-Amp-1 s/d RF Final.
Cara paling gampang untuk membuat TRX AM-DSB OM menjadi SSB, yaitu membuat exciter SSB BITX-80, kemudian diumpankan ke RF Pre-Amp 1 pesawat OM.
Cara pembuatan BITX-80 silakan mencari diblog ini juga, … cari saja dengan fasilitas search … masukan keyword …. BITX-80
Demikian OM, semoga memberikan ide.
Regards
YD1CHS
July 31, 2009 at 6:32 pm
prima
Terima kasih tanggapannya, transmitter yg saya miliki adalah homebrew AM 6m band (50Mhz) dgn Oscilatornya VCO (utk “zerobeat” menggunakan potensio) dan audionya saya input di colector TR driver tdk menggunakan trafo modulasi. Tapi menggunakan amplifier audio DC out. Nah………karena saya ingin mengudara dgn SSB, saya ingin menambahkan rangkaian SSB di tx AM saya punya. Dari skema BITX 80 utk rangkaian pembangkit SSB apakah bisa dipasang di tx saya? Atau bisa bekerja di 6m band (50Mhz)? Kebetulan tx homebrew 6m band mode AM lagi ngetrend didaerah saya. Maaf ya OM kalo repotin trs. Terima kasih.
July 31, 2009 at 7:15 pm
YD1CHS
Dear OM Prima,
Jangan khawatir nggak bgrepoti kok, cuman kadang saya agak lama replay … so that, please forgive me !
Untuk mendapatkan exciter 6m atau 50MHz dapat menggunakan mesin BITX, namun dengan sedikit penyesuaian pada VCO dan BPF. Cara hitungannya gampang, misalkan dipilih BFO sebesar 10MHz, maka untuk mendapatkan frekuensi 50MHz, maka dibutuhkan VCO dengan osilasi 50 – 10 = 40 MHz atau 50 + 10 = 60 MHz, tergantung mode mana (LSB atau USB) yang digunakan.
Namun, tantangannya disini adalah membuat VCO yang berosilasi di 40MHz atau 60MHz dengan kestabilan tinggi, lebih gampang membuat VCO dengan kestabilan yang acceptabled pada frekuensi dibawah 10MHz. Kayaknya harus memanfaatkan PLL untuk mendapatkan kestabilan yang memadai.
Nah, selanjutnya BPF disesuaikan untuk tuned disekitar 50MHz, banyak kok di NET yang memaparkan bagaimana membuat BPF ini, so don’t worry !
Nah keluaran exciter ini baru dimasukkan ke homebrew AM yang OM miliki, saya yakin setelah RF Final pasti sudah dilengkapi dengan LPF 6 meter atau 50MHz.
Ngomong-ngomong kalau lawan bicaranya AM-DSB, kenapa OM Prima kok pengen QSO dengan SSB, kan nggak bisa saling nyambung tuch …? Hehehe, BTW … OM berdomisili dimana yaa … salam untuk rekan AR di sana.
Regards
YD1CHS
August 1, 2009 at 5:48 pm
prima
Iya OM saya mau bikin gebrakan baru main-main di SSB 6m band, ntar teman teman disini pasti kepingin.
August 1, 2009 at 7:08 pm
YD1CHS
Dear OM Prima,
Wah mantab donk, enak donk …. huahahahahaha (mode Mabha Surip = ON)
Salam homebrewer !
Regards
YD1CHS
August 9, 2009 at 12:59 pm
Arsana
Dear OM YD1CHS,
Ini baru namanya blog yang oke punya.Setelah baca blog OM, saya minat sekali dengan Bitx-80 ini. Boleh gak OM minta lay out komponen dan PCB nya. Sekalian dengan skema komplitnya ya.Terimakasih atas bantuannya.
August 10, 2009 at 7:09 pm
YD1CHS
Dear OM Arsana,
Sudah dikirim, please check Ur inbox.
Regards
YD1CHS
August 28, 2009 at 4:35 pm
erick_YD2NDX
wah menarik om YD1CHS,saya kebetulan punya FT-180A msh ori belum diapa2kan dan rencana mau saya oprek…tolong om saya dikirimi skema,layout komponen dan layout pcbnya dan mungkin skalian panduan cara merakit hehe…trims om YD1CHS yg tampan…
salam homebrower, de YD2NDX 73
September 1, 2009 at 9:38 am
ganjar subrata
Dear OM YD1CHS,
Saya tertarik usulnya OM Prima, kapan bisa terlaksana karena bulan Juni, Juli, Agustus sangat baik untuk DXing. OM YD 1CHS mau ikut tanya yang jual Yaesu FT 450 yang baru untuk di Indonesia dimana dan berapa harganya.
OM nanti saya minta tolong di bahas soal antena delta loop untuk 50 Mhz. Trims dan salam untuk keluarga
September 2, 2009 at 12:43 pm
YD1CHS
Dear OM Ganjar Subrata,
Salam balik dari OM Usep di Bandung. Tentang komunikasi di 6 meter, asyik, eksperimen antennanya bisa lebih gampang soalnya ukurannya cukup kecil, namun kendalanya yang punya RIG yang mengcover 6 meter belum banyak.
Kemarin saya nanya di kios HAM, FT-450 katanya sudah tidak diproduksi lagi OM Ganjar Subrata, coba OM bisa menghubungi beberapa nomor kios HAM berikut:
TOKO DIAN ELECTRONIC
Radio Communication, Accessories and Service
Glodok Harco Lantai II Blok II No. 125 A
Jakarta Barat
Tel. (021) 6293215
Flexi (021)71272020 – Pak Andy
Hp. (021) 08164822144 / 08161444317
Kontak: Andy
Regards
YD1CHS – Cholis
March 2, 2010 at 8:20 am
Arisandi
Dear om chs,aq jga tertarik sama blog ini,aq jga maw ekperimen bit x 80 tlg dong aq dikirimi skema dan lay out pcb di emailku di arisandi999@yahoo.co.id ,untuk kemajuan generasi anak indonesia best in the blog by arisandi ,kendari
March 20, 2010 at 9:45 pm
daeng
Halo.. mau juga dong belajar merakit trcv sendiri, om…kirim desain pcb ke alamat imelku dong. kalau ada step2 merakitnya juga boleh.
salam homebrewing
March 21, 2010 at 1:52 pm
YD1CHS
Dear OM Daeng,
Sudah dikirim ke email OM.
Regards
Cholis Safrudin YD1CHS
April 13, 2010 at 5:03 pm
batara
om, tolong kirimi saya layout PCB TRX BITX ini ke emal saya ya,…
thanks before..
April 14, 2010 at 3:29 pm
YD1CHS
Dear OM Barata,
OK … sudah OM.
Regards
Cholis Safrudin
July 1, 2010 at 1:34 pm
candra blora
boss ada yang tahu skema agc (automatice gain control) untuk bitx saya nih , tolong bantu saya
trims sebelumnya…
October 26, 2010 at 10:47 am
Leo Klaten
Saya jg pingin rakit BITXnya Om… tolong kirim Layout Pcb, letak dan nilai komponennya ke email saya …. Matur Tengkyu…
October 28, 2010 at 1:09 pm
Leo Klaten
Om Cholis…..
saya dah donwload Ararinha 4 dr PY20HH yg pakai audio Compressor. dah ada layout komponen +pcb, tapi kok nilai komponen yg digunakan gak ada…. barang kali om Cholis punya datanya. Mohon dikirim ke email : hary.ajalah77@gmail.com
Matur Nuwun. 73
January 11, 2011 at 12:13 pm
Bodhong
Om
Mau tanya :
1. Cara menambah AGC pada BITX gimana ?
2. Cara memberi VU meter gimana ?
Mohon rangkaian dan data komponen
Trim’s
February 14, 2011 at 3:27 am
Herbert
Mas Cholis, saya tertarik utk belajar & merakit BITX ini. Kalau berkenan, saya minta dikirimi gambar PCB berikut hal-2 pendukung ( PLL ).
Email saya ( herbertch.butarbutar@gmail.com ).
Sebelum & sesudahnya, saya ucapkan terimakasih banyak.
February 15, 2011 at 3:53 pm
wawsgw
Поставка и монтаж систем технической безопасности. в короткие сроки, надежно, с гарантией. Веб-сайт: http://pbsystem.ru Связаться с нами: Б. Монетная д.16 2-й этаж, пом. 21, mail:pbs_lyapustin@list.ru, 8 (812) 929-40-60
February 15, 2011 at 7:54 pm
wawsgw
Поставка систем охраны и технической безопасности, а именно: сигнализация, видеонаблюдения и т.д. В кратчайщие сроки и с гарантией. Сайт: http://stb-service.ru Контакты для связи: г. Санкт-Петербург, ул Б. Монетная д.16, e-mail:pbs_lyapustin@list.ru, 8 (812) 3634893
June 1, 2011 at 9:20 am
chekigost
Гостиничные чеки. Отчетные документы. Делаем быстро и качественно. Стоимость 10%. По всем вопросам обращайтесь: ICQ 618768566, почта LB790@yandex.ru тел. 89037904436
February 12, 2012 at 7:47 pm
adewarsita
dear,YD1CHS
saya mohon di kirim skema PCB layoutnya sebelumnya makasih banget
majuuuu terus homebrwed indonesia….
April 15, 2012 at 12:00 am
andi
om yd1chs, jka anda mau brbagi saya jga mw pcb lay out nya. Sebelumnya trima kasih.
May 20, 2012 at 3:22 am
rudik.wid
rekan rekan di facebook banyak yang nanya tentang BiTX 80 dari A sampai Z…dan tulisan Om Cholis disini sudah mencakup semuanya…Viva homebrew…
https://www.facebook.com/groups/bodolanradio80/