Very Small 80M Ant

Very Small 80M Ant

Setelah kepindahan QTH saya belum memiliki sebuah antenna untuk band 80M. Saya termasuk “Poor HAM Radio”, karena tidak memiliki tower khusus untuk mendirikan antenna, sehingga untuk keperluan ini saya manfaatkan kondisi fisik rumah untuk mengaitkan feedpoint maupun isolator rope.

Tidak tahu kenapa, hari itu saya ingin QSO di 80M, sehingga memaksa saya untuk mendirikan antenna yang memenuhi beberapa kriteria emergensi, yaitu:

  1. Total ukuran harus kecil, tidak boleh lebih dari 19 meter (karena lahan saya maksimum adalah 19 meter).
  2. Tidak memiliki tower, sehingga antenna harus “opened dipole” atau “inverted-V dipole”. Pilihan ke 2 lebih masuk akal.
  3. Pembuatannya tidak rumit dan mudah, sehingga perlu waktu pengerjaan cepat.
  4. Bahannya ada di “junk box” saya.

Setelah melakukan “quickly study literature”, maka pilihan saya saat ini yaitu membuat antenna dengan prototype miliknya Nadisha 4S7NR, kalau nggak salah seorang AR dari Banglades. Artikel aslinya dapat dilihat di http://www.qsl.net/qrp/ant/short80.htm

Loading Coil

Loading Coil

Antenna 4S7NR ini merupakan “loaded opened dipole” yang memiliki panjang total sekitar 15 Meter, dengan loading coil sebesar 67.83uH ditengah-tengah kawat radiator. Karena menyesuaikan kondisi QTH, maka saya melakukan sedikit modifikasi dengan menekuknya menjadi sebuah “Inverted V Dipole” dengan sudut sekitar 120 derajat.

Loading coil saya buat dari kawat email dengan diameter 0.6mm, digulung pada pipa PVC dengan diameter 1 inch (2.54 cm), dengan jumlah lilitan sebanyak 80 dimana panjang lilitan sekitar 5.5 cm, sehingga diperoleh nilai induktansi yang cukup mendekati dari aslinya, yaitu sebesar 67.50uH. Saya menggunakan homebrew L/C meter untuk keperluan pengukuran nilai loading coil dimaksud.

Inner radiator (L1) saya buat dari kawat email yang ada di kotak perkakas saya, yaitu dengan diameter hanya 0.5 mm (namanya juga darurat dan punyanya cuman itu doank) sepanjang 3.66 meter. Sementara Outer raditor (L2) juga memakai bahan yang sama dengan panjang 2.45 meter (sebelumnya lebih panjang dari itu, dan dipotong-potong saat melakukan tuning pada frekuensi yang diinginkan yaitu 3.850 MHz). Dengan demikian total panjang antenna tidak lebih 13 meter, including 2 buah loading coil dan feed point.

Waktu pengerjaan mulai dari memotong-motong pipa PVC, membuat loading coil, kotak feed point, ukur-ukur email dan sampai memasangnya diatas wuwungan membutuhkan waktu tidak lebih dari 2 jam, sendirian (soalnya my-XYL nggak hobby AR dan my-Harmonics masih kecil-kecil). Plus, tuning dengan memotong-motong outer radiator sekitar setengah jam, jadi total kurang lebih 2.5 jam.

Feed point tanpa BALUN, yaitu langsung disambungkan ke coaxial RG-8 (50 Ohm), dengan ketinggian sekitar 5 meter diatas permukaan tanah. Isolator rope pertama saya ikatkan di pagar belakang setinggi 2 meter dari atas permukaan tanah, sementara sisi satunya lagi saya pasang di dekat genteng atau ketinggian sekitar 3 meter di atas permukaan tanah. Dengan demikian bentuknya tidak persis Inverted-V namun agak miring, whatever-lah … yang penting gampang dan cepat mendirikannya.

Karena bahan-bahan terutama Loading Coil dan Radiator menggunakan kawat email dengan diameter kecil, maka prediksi saya mengatakan antenna ini bandwidthnya pasti kecil, dan ternyata terbukti, dimana bandwidth hanya beberapa puluh kilo hertz saja, yaitu sekitar 40 kHz (SWR < 1.5), pada frekuensi tengahnya 3.850MHz, perolehan SWR-nya dapat mencapai 1:1.1 (not too bad-lah … !).

Saya coba lakukan QSO dengan runing sekitar 80W (sebab PSU nggak kuat ngangkat sampai keluar lebih dari 100W – benar-benar Poor AR … hehehe) untuk menembus pile-up saat acara “Jawa Timur Morning Check In di frekuensi 3.865 MHz” lokasi stasiun pengendali di kota Turen Malang Jawa Timur, dengan report 5-9.

OPPORTUNITY FOR IMPROVEMENT (OPI)

Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengimprove kinerja dari antenna super bonsai ini, diantaranya adalah:

  1. Bandwidth, sesuai dengan text book antenna yang saya pernah baca sebelumnya, bahwa bandwidth sebuah antenna memiliki hubungan berbanding lurus terhadap diameter radiatornya, artinya makin besar diameter radiator sebuah antena, maka semakin lebar pula bandwidth-nya. Untuk itu, bandwidth antena ini dapat ditingkatkan dengan menggunakan kawat email baik untuk loading coil maupun radiator dengan ukuran diameter yang lebih besar, let say 1.2 mm sepertinya cukup dech.
  2. Untuk memperbaiki Pola Radiasi (Radiation Pattern) sepertinya bisa ditambahkan balun 1:1 pada feed point sebelum masuk ke coaxial saluran transmisi.
  3. Menaikkan ketinggian dari antenna, sehingga mengurangi efek medan benda-benda sekitar antenna, yang memungkinkan meningkatkan jarak jangkauan sinyal pancaran.

Saya sadar betul efisiensi dari antenna ini pasti sangatlah kecil, karena ukuran fisik dari antenna benar-benar diabaikan atau dengan kata lain dibonsai habis-habisan. Saya menyitir kata pembuat antenna ini yaitu 4S7NR, lebih baik menggunakan antenna ini daripada nggak ada sama sekali … make sense juga ya … hehehe.

About these ads