Mencermati Keputusan Menteri Infocom Indonesia nomor 33/2009 tentang “Penyelenggaraan Amatir Radio” dan Keputusan Ketua Umum ORARI nomor 65/2009 tentang “Band Plan”, bahwa AR Indonesia tingkat NOVICE (YD/YG) diijinkan bekerja pada band HF (40M dan 15M) dengan mode digital bandwidth sempit. Saya masih penasaran kenapa pada band-band seperti 160M+80M tidak ada alokasi mode data, padahal kalau kita perhatikan komunikasi data bandwidth sempit ini dilakukan hampir di semua band HF. OK kita terima saja saat ini AR tingkat NOVICE di Indonesia hanya boleh bekerja di 40M dan 15M dengan mode Digital bandwidth sempit.
Dari sini, saya yang merupakan callsigner baru berusaha mencoba dan latih diri untuk mendapatkan pengalaman berkomunikasi dengan mode digital, sasaran saya adalah berkomunikasi dengan mode digital yang paling terkenal saat ini yaitu RTTY dan BPSK. RTTY adalah mode digital incumbent yang masih banyak dipakai sampai saat ini, sementara BPSK (Biphase Shift Keying) adalah merupakan penerusnya, dengan feature bandwidth lebih kecil sehingga lebih tahan terhadap kondisi noise akibat propagasi, serta tentu saja untuk mendapatkan S/N (Signal to Noise Ratio) yang sama membutuhkan power lebih rendah. Mode BPSK yang digunakan pada band HF adalah dengan baudrate 32, 63 dan 125, namun BPSK31 yang paling populer dan banyak digunakan.
Sitem modulasi BPSK adalah menkodean informasi biner yang direpresentasikan dengan beda phase sebesar 180 derajat. Pada saat teknologi komputer dan soundcard masih mahal dan jarang ditemui, komunikasi dengan menggunakan mode digital (baik RTTY, BPSK, SSTV) hanya bisa dilakukan pada RIG-RIG profesional yang dilengkapi dengan teknologi DSP (Digital Signal Processing) di dalamnya, namun sejalan dengan murahnya teknologi komputer, maka komunikasi mode ini saat ini sangatlah mungkin dilakukan dengan menggunakan RIG Jadul, bahkan RIG homebrew sekalipun, yang penting ia dapat dimodulasi SSB (Single Side Band) khususnya USB (Upper Side Band). Urusan sisanya … modulasi dan demodulasi, serahkan kepada Sound-Card dan Software.
OK, sekian dulu cerita tentang teknologi behind komunikasi digital, tujuan saya kali ini adalah mengoptimumkan RIG Jadul yang ada sehingga QRV untuk bekerja dengan mode digital, hehehe.
Rangkaian dasar Digimode Interface sangat banyak dijumpai di Internet dan semuanya bisa digunakan, tinggal anda yang memodifikasi ke RIG anda sesuai dengan konfigurasi pin MIC Socket bawaan RIG tersebut. Pakai Rig Jadul apapun rangkaiannya pada dasarnya sama saja. Rangkaian digimode yang saya gunakan di sini dicontek dari seorang AR dari Aussie yaitu VK6YSF, dengan sedikit penyesuaian terutama pada MIC Socket FT-80C.
Cara rangkaian ini sangat sederhana, yaitu bisa dibagi menjadi 3 (tiga) blok, yaitu Blok RIG->PC, Blok PC->RIG dan terakhir Blok RTS->RIG. Masing-masing bekerja sebagai berikut:
Blok RIG->PC
Yaitu digunakan untuk mensampling analog sinyal yang diterima oleh RIG sehingga bisa digitalisasi oleh sound-card pada PC, dengan menyambungkan output speaker (headphone) RIG ke input sound-card PC. Bila diamati dari berbagai jenis digimode interface yang ada, maka saya bisa menggolongkan menjadi 2 (dua) yaitu cara coupling dari RIG->PC. Cara paling sederhana dan konvensional yaitu dengan melakukan coupling capacitor, yaitu kedua perangkat dicoupling dengan sebuah kapasitor seri. Cara ini memiliki kelemahan, yaitu ada kemungkinan mengalirnya arus reverse dari body RIG ke PC. Nah, cara kedua digunakan untuk menghindari hal tersebut, plus menyesuaikan impedansi masing-masing perangkat ke 600 Ohm, yaitu dengan menggunakan coupling trafo 1:1 (600:600 Ohm). Cara ini saat ini yang paling banyak dipakai dan dianggap cukup aman. Sayapun menggunakan cara ini.
Blok PC->RIG
Yaitu bagian untuk memasukkan sinyal yang telah termodulasi (RTTY, BPSK atau SSTV) dari sound-card PC ke RIG, melalui input MIC RIG. Persis dengan teknik pada blok sebelumnya, saya menggunakan coupling trafo 1:1 (600:600 Ohm).
Blok RTS PC->RIG
Blok RTS (Request To Send) ini adalah sebuah sinyal positive +5 Volt antara pin nomor 7 dan 5 (gnd) pada serial port RS-232 DB-9. Fungsi sinyal ini adalah untuk menggerakkan switch ON-AIR pada RIG, sehingga tepat beberapa saat sebelum sinyal termodulasi pada Blok PC->RIG dikirimkan, maka RIG diaktifkan, demikian juga bila sinyal termodulasi tersebut telah terkirim ke RIG semuanya, maka switch ON-AIR akan dimatikan beberapa saat kemudian dengan merubah tegangan RTS ini menjadi 0V.
Pengaktifan dan sinkronisasi dengan sinyal termodulasi di atas dilakukan oleh sebuah software seperti MixW, FLDigi, DigiPan, WinPSK, HamScope, MMTTY, dan masih banyak lagi. Mayoritas software tersebut bisa dipakai gratis. Untuk yang gratis saya merekomendasikan FLDigi, cukup enak dipakai, namun hal ini adalah hanya masalah selera.
Kembali ke Blok RTS PC->RIG, beberapa teknik Coupling + Switch bisa dilakukan, diantaranya adalah dengan Drive langsung ke Relay, Drive dengan internal resistor (D,S) FET atau Transistor, atau dengan menggunakan Opto Coupler, semisal 4N25, 4N33 dan lain-lain. Dalam hal ini saya menggunakan teknik driving Opto Coupler. Seperti diketahui, bahwa rata-rata RIG switch ON-AIR-nya diaktifkan dengan cara men-short 2 pin, kalau pada TS430S yaitu pin 2 dan pin 8 dan pada FT-80C yaitu pin 6 dan pin 7 (silakan lihat user manual untuk RIG anda). Jadi pada saat sinyal RTS aktif (+5V), maka relay atau Opto Coupler aktif, sehingga keluaranya akan short, demikian sebaliknya saat OFF-AIR.
Perakitan Rangkaian
Waktu yang dibutuhkan untu merakit rangkaian ini sangat singkat yaitu kurang dari 3 jam. Saya menggunakan bantuan PCB lubang IC untuk mounting Trafo, beberapa capacitor dan Opto-Coupler, sementara hubungan kesemua socket yang ada saya gunakan cable audia stereo yang terdiri dari 3 serabut, dimana serabut shielding saya hubungkan pada ground yang bersesuaian. Hal ini dilakukan untuk meminimisasi noise.
Box yang terbuat dari plastik saya gunakan di sini, box ini saya peroleh di Jaya Plaza Bandung dengan harga Rp.20.000,- sebuah. Ingat jangan sekali-kali menghubungkan Ground dari RIG dan PC, teknik coupling diatas dimaksudkan untuk memisahkan hubungan ini, bila anda menggunakan Box dari logam, maka berarti anda menghubungkan ground PC dan RIG menjadi satu, artinya teknik pemisahan tersebut di atas sia-sia dan tidak berarti sama sekali.
Potensio pengatur level RX dan TX saya lengkapi di box untuk memudahkan adjusting. Dengan demikian untuk Blok RIG->PC kita memiliki 3 (tiga) alternatif adjusting level, yaitu pertama di Potensio Volume RIG, kedua di Potensio Interface dan terakhir dalah di Mic-In Control PC, silakan diatur sedemikian rupa sehingga tidak over. Demikian juga Blok PC->RIG ada 3 pengatur level, pertama adalah Volume Control PC, kedua Potensio pada Interface dan terakhir Potensio pada Mic-Gain di RIG, sekali lagi atur jangan sampai sinyal termodulasi over, hal ini akan mengakibatkan QRM dan mungkin saja TVI, dan yang paling parah, sinyal TX akan hancur sehingga tidak terbaca oleh lawan QSO.
Untuk hubungan RS-232 dari PC ke Interface, karena saya menggunakan laptop yang hanya punya USP Port, maka saya memanfaatkan sebuah USB-to-RS232 DB9 Adapter merek BAFO. Kenapa merek saya bawa-bawa disini, sebab saya punya pengalaman dengan menggunakan merek abal-abal dengan harga lebih murah, ternyata ngaco hasilnya. Toh adapter ini juga harganya hanya sekitar Rp.100.000,- an saja, so that, lebih baik yang pasti-pasti saja …
Kabel penghubung interface ke RIG saya buat dengan menggunakan cabel multipair yang saya peroleh di Jaya Plaza Rp.10.000,-/meter, saya cuman beli 1/2 meter saja, soalnya butuhnya cuman pendek. Lalu jack MIC 8 pin juga saya peroleh di toko yang sama sepasang Jack-Socket ini dihargai Rp.10.000,- jadi saya beli 2 buah saja.
Opto-Coupler 4N25 hanya dihargai Rp.500,- per-biji, sementara potensio meter, resistor dan socket saya gunakan yang ada di junk box saya. Jadi total biaya kurang dari Rp.100.000,- jadi masih cukup ringan buat AR Indonesia.
Performansi
Pas selesai merakit rangkaian ini saya langsung mencobanya untuk QSO dengan AR pada mode RTTY atau BPSK-31. Berikut perangkat yang saya gunakan untuk mencobanya: RIG Yaesu TS430S (belum saya coba untuk FT-80C, karena ribet untuk scanning frekuensi dibandingkan dengan TS430S) power antara 80-100W, Antenna A Poor Man Homebrew Allband Windom ketinggian feedpoint masih 6 meter diatas permukaan tanah (lihat posting saya terdahulu), Homebrew Z-Matcher, Homebrew Digimode Interface, Laptop plus Software Gratisan dan Demo. Dalam hal ini saya mencoba beberapa macam software diantaranya MixW (Demo), FLDigi dan DigiPan, semuanya OK. Untuk pengaturan serial port masing-masing software silakan mengacu pada manual user software terkait, saya tidak jelaskan di sini.
Selama mencoba QSO Digimode saya belum menemukan AR dari Indonesia, sehingga yang saya tulis disini hanya pengalaman DX-ing saya saja, yang saya kutip dari LogBook:
- 10-11-2009 : BPSK-31 pada band 40M dengan VK6JJJ dari Perth – Australia.
- 13-11-2009 : BPSK-31 pada band 40M dengan UA0FO dari Rusia.
- 14-11-2009 : RTTY pada band 40M dengan E21YDP dari Bangkok – Thailand.
- 15-11-2009 : BPSK-31 pada band 40M dengan seseorang yang callsignya nggak saya QRZ (karena masih gugup, newbie disini hehehe …) , namun LOC di JN54ST (Italia).
- 20-11-2009 : BPSK-31 pada band 40M dengan VR2XLN dari Hongkong.
- 21-11-2009 : RTTY pada band 15M dengan JA1PRV dari Tokyo – Jepang.
- 22-11-2009 : RTTY pada band 15M dengan K6IR dari Cannington – Australia.
- 22-11-2009 : BPSK-63 pada band 40M dengan KJ6P dari California – USA.
- 22-11-2009 : BPSK-63 pada band 40M dengan RA0LG dari Vladivostok – Russia.
- 04-12-2009 : BPSK-31 pada band 40M dengan BV4VR dari Taichung – Taiwan.
- 04-12-2009 : BPSK-31 pada band 40M dengan VK8PDX dari Alice Springs – Australia.
Opportunity For Improvement
Secara fungsi rangkaian ini telah terbukti dapat bekerja dengan cukup memuaskan, saya dengan fleksibel bisa melakukan pengaturan RX dan TX level langsung dengan memutar Potensio meter pada Digimode Interface, sementara posisi level di RIG maupun di PC biasanya tidak saya kutak-kutik.
Beberapa hal yang bisa diperbaiki dari implementasi ini yaitu:
- PCB, rangkaian akan makin kompak dan rapi bila menggunakan PCB yang tepat dan ukurannya kecil.
- Box, ukuran BOX ini mungkin terlalu besar, masih bisa dicompress sehingga nanti menjadi ukuran saku.
- Mode Jenis Lain, misalkan yang menggunakan frequency shift keying, maka perlu ditambahkan blok DTR (RS-232 D9 pin 4) untuk mengaktifkan modulasi dimaksud. Disini tidak saya aktifkan karena memang RIG Jadul saya tidak bisa digunakan untuk modulasi tersebut.
- Gunakan jalur perkabelan sependek mungkin untuk lebih menekan noise.
OK, saya kira demikian sharing pengalaman saya disini, nanti bila ada tambahan info lagi akan saya update di posting ini juga. Well, tertarik? kenapa tidak dicoba.
Best 73 TU de YD1CHS – EPC#9270








30 comments
Comments feed for this article
November 23, 2009 at 11:11 pm
YC1GPS, Nugroho
OM Cholis,
terima kasih udah ditemenin untuk uji coba psk 31 di 40M, maklum newbie. Nanti kalo rs232 nya udah baru, kita coba lagi OM
de yc1gps
November 25, 2009 at 1:13 pm
YD1CHS
Dear OM YC1GPS,
Saya tungggu dapet kabel BAFO yang asli dan kita bisa coba lagi sched.
Regards
YD1CHS
December 7, 2009 at 11:28 am
menur
baru saja saya nemuin yang menarik juga digital interface di http://yc1rhs.orari-cilegon.org, hanya saja belum di sertakan skema lengkapnya, baru di ulas hasil rakitannya. Yang menarik ranggkaian di sana tidak pakai serial/paralel dan usb port. karena sepertinya websitenya juga baru jadi mudahan-mudah bermanfaat,salam.
menur
December 10, 2009 at 1:42 pm
YD1CHS
Dear OM Menur,
Thanks infonya OM, saya langsung meluncur ke sana …
Regards
YD1CHS
January 28, 2010 at 3:55 pm
ganjar subrata
Om Cholis yang ganteng, kalo ada waktu kapan-kapan kita coba digimode di frekuensi 27 Mhz.
salam untuk keluarga dari semar di bandung.
January 29, 2010 at 6:45 am
YD1CHS
Dear OM Ganjar Subrata,
Salam kenal OM …
Regards
YD1CHS
February 8, 2010 at 11:38 am
JOKO
Mas dimana beli transformator 1 : 1 (600 ohm : 600 ohm)? apa bikin sendiri? caranya? mohon pentujuk.
February 8, 2010 at 1:01 pm
YD1CHS
Dear OM Joko,
Kalau di Bandung saya beli di Jaya Plaza, belinya di kios-kios yang jualan IC atau komponen khusus microprocessor, microcontroller dan ubo rampe-nya, biasanya melayani control pabrik-pabrik atau tugas akhir mahasiswa, pasti ada disitu.
Regards
Cholis YD1CHS
February 16, 2010 at 4:07 pm
ganjar subrata
Dear Om Cholis
Salam kenal kembali, Oya om saya ada kendala setiap saya pindan mode selalu keluar gambar kupu-kupu dan harus up date dulu. (Mix W 2.17 Versi demo)
Om sebaiknya pakai software apa yang Free dan cukup lengkap.
Trimakasih dan salam untuk keluarga.
February 16, 2010 at 5:43 pm
YD1CHS
Dear OM Ganjar Subrata,
Yang free ada OM pakai Hamscope, mirip-mirip dengan MixW.
Regards
Cholis Safrudin
March 2, 2010 at 9:27 pm
Nehroe/YC1BQN(ex YC1BON)
Break..Apakah YC1CHS yang dulu..???? Aku pengen sekali coba dan aktif di Digimode HF….Dimana saya bisa kontack direck dengan anda..???Email/YM/FB atau 2mtr/HF…saya STB di 147.770mHz….Getaway Antapani om???
Sangat amat saya tunggu balasannya Oke..?????
de YC1BQN.
73 bye
March 3, 2010 at 3:55 pm
YD1CHS
Dear OM YC1BQN,
Email saya di yd1chs@yahoo.com
Regards
Cholis Safrudin
April 6, 2010 at 2:41 pm
yd0nga
Salam kenal OM..
Tambahan informasi saja bahwa Digital Interface saat ini paling tidak ada 3 versi berkaitan dengan metode untuk mengaktifkan PTT Line yaitu a. dengan memanfaatkan fasilitas VOX, b. Tone Keyed, dan c. menggunakan sinyal RTS pada port RS-232. Metode paling banyak digunakan adalah memakai sinyal RTS pada serial port hanya saja butuh USB to Serial Adapter yang berfungsi dengan baik(misal BAFO BF-810 atau merk lain dengan chipset Prolific/PL-2303). Untuk Tone Keyed tidak perlu menggunakan USB to Serial Adapter, bisa dilihat skema-nya di http://wa8lmf.net/miscinfo/Tone-Keyed_Soundcard_Interface.PDF. Bila transceiver mempunyai fasilitas VOX bisa memanfaatkan fasilitas ini untuk mengaktifkan PTT meskipun tidak dianjurkan (tidak reliable). Apapun metode-nya disarankan untuk mengisolasi antara sisi transceiver dengan komputer melalui audio isolation transformer (bisa menggunakan trafo bekas modem internal PC) dan optocoupler. So, which one do you choose?
April 6, 2010 at 8:01 pm
YD1CHS
Dear OM YD0NGA,
Thanks Infonya, benar yang OM sampaikan, kebetulan saya menggunakan RTS serial port RS-232 dengan Serial to USB converter dengan merek seperti yang OM sebutkan.
Regards
Cholis YD1CHS
May 4, 2010 at 10:00 am
Koala
Dear Sir/Madam,
Have a nice day!
Our company Yilut is a professional manufacturer of Optical Passive Components in China. Our products are widely applied to FTTH System, PON System, Local Area Networks, CATV System, Telecommunication equipment etc. Our high quality and best price can make your company more competitive in the global market. The main product line including the following:
-PLC splitters 1×2,1×4,1×8,1×16,1×32,1×64, 2×2,2×4,2×8,2×16,2×32 1260-1650nm
-Fused fiber Splitters(couplers) & WDMs 1xN,2XN, 1310&1550nm, 850&1300nm
-Filter WDMs & CWDMs 1310/1490/1550nm Filter WDM, 2ch,4ch,8ch,16ch CWDM, OADM
-Patchcords FC/SC/ST/LC/E2000
We look forward to your reply soon. Feel free to send your request or message to us at any time! For more inforamtion you may visit our website:http://www.yilut.com/ or http://yilut001.en.alibaba.com/
Best regards
Miss Koala Zhou
WUHAN YILUT OPTICAL COMMUNICATION CO.,LTD
Add: No.3-3 Guandong Technology Park,East Lake Hi-Tech Zone, 430074 Wuhan, China
Tel:+86-27-87808676
Fax:+86-27-87808988
Mobile:86-15827021470
Skype:Koala Zhou
June 1, 2010 at 7:08 pm
gunsa
Yth OM Cholis
Saya kemarin berburu komponen untuk digital soundcard interface namun tidak dapat lengkap ,terutama kopling trafo 600 ohm:600 ohm sehingga saya berniat gulung sendiri.
Permasalahannya pada frekuensi berapa kopling trafo dikatakan 600 ohm ,atau biar lebih mudah contoh yg ada di mas Cholis ,bila diukur pakai LC meter berapa mH
saya email ke centralelectronic yg ada hanya yg 200 ohm itupun belanja minimal harus 120.000.
Mohon email ini dibalas dan terima kasih sebelumnya
Gunawan.S.A
YC1VOG
June 5, 2010 at 9:02 pm
YD1CHS
Dear OM Gunawan YC1VOG,
Wah kok repot-repot nge-gulung yaaa … hehehe, cari trafonya di toko yang suka jual komponen untuk TA Mahasiswa OM, biasanya mereka juga jual IC-IC yang bisa diprogram seprti ATMEL, PIC, dll. Nah disitu pasti ada … nggak harus 600:600 … bahkan secara ekstrim Trafo OT240 atau IT191 saja juga bisa dipakai kok, dia kan kopling antara RX dengan Soundcard … jadi disesuaikan saja … nggak perlu gulung sendiri OM … pusing … hehehe
Best Regards,
Cholis Safrudin YD1CHS
June 5, 2010 at 9:33 pm
gunawan
Yth OM Cholis.
Ya betul juga ,nguber nguber trafo 600:600 di glodok berhari hari ,komponen yg lain lengkap trafona tetep teu aya.Saking pusingnya achirnya saya nyerah soalnya ongkosn jalannya sudah hampir 300.000 an sama minum ,karena gemuk sekali kaki teklok (lutut sakit sekali ),saran XYL sudah saja beli saja nanti kalau bikin sendiri jadi sih jadi ,hanya rupanya buruk sekali, pikir pikir pendapat side band betul juga .
Achirnya saya email mas Supardi (YB3DD ) dan sudah deal 335 (includ ongkir).
Barangnya sudah sampai tinggal mencoba software yg terbaik .
Terima kasih sarannya.
Salam hormat
YC1VOG
op Gunawan.S.A
June 5, 2010 at 9:39 pm
gunawan
Yth O M Cholis.
Kalau punya program untuk ,memprogram PIC 84 membuat iambic keyer ,buat iseng latihan
Terima kasih sebelumnya
Gunawan S.A
YC1VOG
June 6, 2010 at 6:52 am
YD1CHS
Dear OM Gunawan,
Hehehe … selamat dech akhirnya dapat, sorry replay saya mungkin sangat terlambat yaa …
By the way, sekarang OM tinggal pilih saja Software untuk digimode, banyak dan bisa didownload di Internet dengan mudah, yang gratis diantaranya adalah Hamscope, sementara perlu beli adalah MixW, perlu crack … hehehe. Namun kalau paling populer yaa … itu si MixW
Saya komentari juga, untuk iambc keyer with PIC, saat nggak punya, belum pernah explore ke situ … mohon maaf yaa OM Gunawan, mungkin lain waktu kesana.
Regards,
Cholis Safrudin
August 10, 2010 at 10:29 am
YD0NVU
newbie…ikut nyimak aja…
thank’s
August 19, 2010 at 3:09 pm
Bobby
Dear Om Cholis,
jujur saja saya berulang kali baca artikel anda mengenai digital interface ini tapi ada sesuatu hal yang membuat saya agak ganjil, yaitu mengenai ts430 yg anda gunakan. bukan kah ts430 mempunyai fasilitas VOX ? apabila iya bisakah fasilitas itu digunakan ? tentu saja dengan menggunakan coupling trafo seperti cara Om buat. paling tidak skemanya seperti ini :
speaker rig ====== potensio ====== trafo coupling ====>> line in comp
line out comp ==== potensio ===== trafo coupling =====>> mic rig
apabila dibantu dengan fasilitas VOX maka akan lebih simpel dan praktis (menurut saya lho Om) tentu saja diseting lagi VOX dalam ts430. demikian dari saya Om Cholis. terima kasih
August 20, 2010 at 12:57 am
mbahmol
om ada yg mau saya tanyakan=
1. 4N33/4N25 bisa diganti dengan PC817 4pins?
2.jika pakai IT191 di bagian sekunder kan ada CT-nya, itu dipakai tidak?
3. kabel USB to DB 9 ( Rs 232 9 pins) merek BAFO belinya dimana?
semoga cepet direspon ya om, penasaran nih pingin bikin makasih.
August 21, 2010 at 10:18 pm
mbahmol
ternyata menggunakan PC817 dan IT 191 bekas radio dongeng bisa om thanks.
August 22, 2010 at 8:59 am
YD1CHS
Dear Mbahmol,
Mantap kalau gitu, USB to Serial adapter tersebut bisa didapatkan ditoko-too aksesoris komputer OM.
Regards,
Cholis
August 22, 2010 at 9:02 am
YD1CHS
Dear OM Bobby,
Saya tidak memanfaatkan fasilitas VOX pada TS430S saya, namun interface ini langsung mengaktifkan RIG melalui salah satu pin yang ada di socket microphone. Saya kira VOX tersebut bisa juga dimanfaatkan, namun justru menurut saya cara dengan mengaktifkan salah satu pin di socket mic lebih simple dan sesuai dengan software yang dipergunakan untuk QSO misalkan MixW.
Demikian …
Regards,
Cholis Safrudin YD1CHS
February 25, 2011 at 2:40 pm
Yani
Coba Ham Radio Deluxe + Digital Master 780 dijamin GRATIS dan mode sangat lengkap …
de YB8EXL
March 3, 2011 at 8:33 am
YD1CHS
Dear OM Yani,
Terimakasih sarannya yaa OM …
Best Regards, Cholis Safrudin YD1CHS
September 27, 2011 at 1:26 pm
Rina Orina (@Orina25)
Saya tertarik homebre digimode interface, apakah ada yang sudah jadi, tinggal pakai?
Apakah bisa dipakai buat cw dan rtty?
Berapa harganya?
September 27, 2011 at 1:30 pm
YD1CHS
Kebetulan kalau yg jadi dan siap dijual saya tdk ada, yg jelas digimode interface ini bisa utk semua jenis mode digital termasuk CW dan RTTY. Oh yaa, salah satu AR yg menjual interface digimode adalah OM Supardi YB3DD, silakan dibrowse, pasti ketemu dan lengkap dg nomor teleponnya, tks.
Powered by Telkomsel BlackBerry®