Sejak meja perkakas saya direlokasi dan dialihfungsikan saya menjadi jarang melakukan eksperimen, terlihat dari posting terakhir bertanggal 21 November 2009, tidak terasa sudah 5 bulan telah berlalu tanpa satu postingan baru.
Hari ini saya tergerak untuk membuka-buka catatan eksperimen lama saya, karena salah seorang Rekan saya ada yang menanyakan bagaimana BITX bisa difungsikan menjadi all-mode, yaitu LSB dan USB. Dalam catatan lama saya, tertulis Bandung 10 Agustus 2008, tanggal dimana saya melakukan eksperimen XVO untuk digunakan sebagai embrio BFO pada sebuah single convertion transceiver mode LSB dan USB, misalnya BITX.
Sebelum melihat hasil eksperimen lama saya, ada baiknya akan saya sampaikan teknis pembangkitan SSB yang paling sederhana dan sampai saat ini masih banyak digunakan mayoritas pada transceiver homebrew dan buatan pabrik tahun-tahun yang lalu, yaitu dengan menggunakan sebuah filter SSB, diantaranya ada yang menyebutnya sebagai Xtal filter, karena memang dibuat dari beberapa buah Xtal yang dijajarkan secara serial, sehingga terbentuk sebuah Band Pass Filter (BPF) dengan frekuensi tengah sama dengan frekuensi osilasi Xtal dan Bandwidth sekitar 3KHz, yaitu Bandwidth yang diijinkan untuk komunikasi SSB di band amatir nasional maupun internasional.
Ada dua macam cara yang paling umum dalam pembangkitan SSB single convertion transceiver dengan menggunakan filter SSB, yaitu:
1. Single BFO + Double SSB Filter
Sesuai dengan namanya, transceiver hanya memiliki sebuah BFO misalkan dengan frekuensi osilasi sebesar f, maka sinyal LSB (Lower Side Band) akan diperoleh dengan melewatkannya melalui SSB Filter dalam hal ini adalah LSB Filter, yang memiliki frekuensi tengah f – 1.5KHz. Untuk sinyal USB (Upper Side Band), sebaliknya dilewatkan via USB Filter yang memiliki frekuensi tengah sebesar f + 1.5KHz. Kedua SSB Filter tersebut harus memiliki bandwidth tidak boleh lebih dari 3KHz, untuk mendapatkan porsi side band sinyal dengan sempurna.
Contoh transceiver buatan pabrik yang menggunakan teknik ini adalah transceiver Yaesu FT-180A.
2. Double BFO + Single SSB Filter
Konfigurasi ini sedikit berbeda dengan sebelumnya, menggunakan sebuah SSB Filter dengan badwidth sebesar 3KHz. Sementara sinyal IF yang telah dimodulasi diumpankan ke filter, dimana sebelumnya frekuensinya digeser oleh BFO sebesar 1.5KHz diatas atau dibawah dari frekuensi tengah SSB Filter.
Untuk pembangkitan LSB dilakukan dengan cara menggeser frekuensi sinyal IF sebesar 1.5KHz diatas frekuensi tengah SSB Filter, yaitu oleh BFO yang memiliki frekuensi sebesar f + 1.5KHz.
Sebaliknya, pembangkitan USB dilakukan dengan cara menggeser frekuensi sinyal IF sebesar 1.5KHz dibawah frekuensi tengah SSB Filter, yaitu oleh BFO yang memiliki frekuensi sebesar f – 1.5KHz.
Contoh transceiver buatan pabrik yang menggunakan teknik ini adalah transceiver CB Superstar 2400.
Kedua teknis pembangkitan SSB diatas memiliki efek dan hasil yang sama, biasanya pabrik transceiver menentukan mana teknik yang akan dipakai sesuai dengan besarnya biaya produksinya. Kedua teknik tersebut juga bisa kita lakukan secara homebrew, namun satu kendala yang akan dijumpai yaitu sulitnya mencari pasangan Xtal yang memiliki frekuensi sesuai dengan yang dibutuhkan, kalau pabrik tentunya berbeda cerita, ia pasti akan memesan secara khusus Xtal sesuai dengan kebutuhan spesifiknya. Namun, jangan patah semangat, sebagai seorang homebrewer tentunya ada dua pepatah lama yang harus selalu kita pegang yaitu : “Banyak Jalan Menuju Roma” dan “Tidak Ada Rotan Akarpun Jadi”. VXO (Variable Xtal Oscillator) adalah jawabannya !!!
VXO akan mensolusikan kebutuhan ini dengan mengaplikasikan teknik pembangkitan SSB dengan konfigurasi “Double BFO + Single SSB Filter”. Syarat keberhasilan teknik ini adalah BFO dapat ditala pada range 1.5KHz diatas maupun dibawah frekuensi SSB Filter. Misalkan untuk transceiver BITX dengan SSB Filter frekuensi tengah 10MHz bandwidth 3KHz, maka BFO LSB harus dapat berosilasi pada frekuensi 10MHz + 1.5KHz, sementara BFO USB harus dapat berosilasi pada frekuensi 10MHz – 1.5KHz. Dalam praktisnya, tentu bandwith SSB Filter tidak akan dapat tepat sebesar 3KHz, maka kedua BFO tersebut harus dapat ditala sesuai dengan bandwidth SSB Filter.
Eksperimen yang telah saya lakukan bertujuan untuk memastikan bahwa VXO dengan modifikasi konfigurasi dapat memberikan osilasi minimum 1.5KHz dibawah maupun diatas frekuensi fundamental Xtal yang digunakan dalam percobaan VXO dimaksud.
DATA TEKNIS EKSPERIMEN
Rangkaian VXO saya adopsi dari rangkaian BITX buatan OM Farhan (VU2ESE), sebenarnya rangkauan VXO lainnya dapat digunakan dan dengan mudah dilakukan modifikasi, namun kali ini saya menggunakan rangkaian dari BITX supaya Rekan yang sedang bereksperimen BITX tidak perlu mencari rangkaian lain untuk memodifikasi BITX eksistingnya menjadi multimode USB dan LSB.
Ide modifikasi sebenarnya saya peroleh dari dua buah tulisan AR dari Jepang yaitu 7N3WVM yang sourcenya bisa dilihat pada http://www.qsl.net/7n3wvm/supervxo.html dan JF10ZL yang berkesperimen melakukan penalaan frekuensi fundamental Xtal secara fisik, source-nya bisa dilihat disini http://www.intio.or.jp/jf10zl/chcrystal.htm
Xtal yang saya pakai dalam eksperimen ini adalah dari BFO transceiver Yaesu FT-180A milik saya, dan saya kemudian saya lakukan observasi pada beberapa kondisi yang nilai varco yang berbeda. Varco yang saya pakai disini adalah terbuat dari logam aluminium bekas radio broadcast double gang, setiap gang memiliki kapasitansi dari beberapa puluh pF sampai dengan sekitar 250pF pada saat bilah-bilahnya menutup sempurna. Nanti, varco ini bisa digantikan dengan memadukan beberapa kapasitor feeder dan sebuah trimer capacitor.
Dari catatan eksperimen yang telah saya lakukan bisa saya simpulkan disini bahwa maksimum pergeseran VXO dengan kestabilan frekuensi yang masih bagus adalah kurang dari 10KHz, namun karena diawal kita hanya membutuhkan deviasi sekitar 1.5KHz, maka VXO bisa digunakan untuk BITX atau single convertion transceiver lainnya sebagai LSB dan USB BFO.
DOWN-CONVERTER VXO
Nama diatas bukanlah sebuah nama umum (generic), namun itu adalah nama yang saya berikan untuk VXO yang akan memiliki frekuensi osilasi dibawah frekuensi fundamental Xtal yang dipakai dalam rangkaian.
Kunci dari rangkaian “down-converter VXO” disini adalah penambahan induktor/ lilitan secara serial dengan Xtal. Induktor yang saya pakai dalam percobaan bernilai 15uH yang saya buat sendiri dengan melilitkan email berdiameter 0.3mm pada sebuah koker berintikan udara.
Pada percobaan didapatkan hasil:
1. Saat bilah-bilah Varco logam menutup sempurna (nilai kapasitansi tertinggi, yaitu sekitar 250pF), maka frekuensi osilasi VXO adalah bergeser sebesar 9.99kHz dibawah frekuensi fundamental Xtal yang bernilai 10.7MHz.
2. Saat bilah-bilah Varco logam membuka sempurna (nilai kapasitansi adalah beberapa puluh pF), maka frekuensi osilasi VXO adalah bergeser sebesar 1.00kHz dibawah frekuensi fundamental Xtal yang bernilai 10.7MHz.
Kesimpulan pada rangkaian ini, frekuensi osilasi bisa ditala antara 1kHz sampai dengan sekitar 10KHz dibawah frekuensi fundamental Xtal yang digunakan. Kebutuhan sekitar 1.5kHz dibawah frekuensi fundamental dapat dipenuhi oleh rangkaian ini.
UP-CONVERTER VXO
Rangkaian up-converter VXO lebih sederhana lagi, yaitu tanpa menggunakan lilitan serial dengan Xtal, namun langsung serial dengan Varco. Berdasarkan catatan eksperimen saya, diperoleh hasil sebagai berikut :
1. Saat bilah-bilah Varco logam menutup sempurna (nilai kapasitansi tertinggi, yaitu sekitar 250pF), maka frekuensi osilasi VXO adalah bergeser sebesar 60Hz dibawah frekuensi fundamental Xtal yang bernilai 10.7MHz.
2. Saat bilah-bilah Varco logam membuka sempurna (nilai kapasitansi adalah beberapa puluh pF), maka frekuensi osilasi VXO adalah bergeser sebesar 4.12kHz diatas frekuensi fundamental Xtal yang bernilai 10.7MHz.
Kesimpulan pada rangkaian ini, frekuensi osilasi bisa ditala antara 60Hz dibawah frekuensi fundamental sampai dengan sekitar 4.12KHz diatas frekuensi fundamental Xtal yang digunakan. Kebutuhan sekitar 1.5kHz diatas frekuensi fundamental dapat dipenuhi oleh rangkaian ini.
REKOMENDASI IMPLEMENTASI
Rangkaian VXO ini sebenarnya dapat disusun dengan hanya menambahkan sebuah switch yang dioperasikan untuk menghilangkan lilitan dari “tank circuit” VXO. Namun, saya merekomendasikan anda membuat dua rangkaian sekaligus, dan dioperasikan dengan menambahkan switch pada jalur supply tegangan rangkaian (lihat gambar paling atas dari posting ini), karena penambahan switch di “tank circuit” berpotensi membuat frekuensi osilasi VXO akan terpengaruh, sehingga lebih sulit dalam pengaturannya.
Namun, anda memiliki kebebasan untuk memilih mana konfigurasi yang paling fit terhadap kebutuhan anda, dengan membuat dua buah VXO tentunya menimbulkan konsekuensi harga lebih mahal dan rangkaian yang tidak kompak. Silakan bereksperimen untuk menentukan pilihan anda. Tulisan ini hanya berusaha memberikan ide pengembangan transceiver BITX menjadi lebih baik lagi.
Selamat bereksperimen … 73 YD1CHS – Cholis Safrudin



19 comments
Comments feed for this article
March 24, 2010 at 2:11 pm
agus
ass
YD1CHS
cholis safrudin
mas cholis saya mau nanya :
ft80c saya khususnya pada freq 11.mhz untuk USB ,sering bergeser freq nya kalau untuk monetor sering melingking tonenya …setelah beberapa menit baru normal kembali ….setelah saya amati hal tersebut sering terjadi pada pesawat masih baru aja saya onkan, setelah agak panas baru setabil …kira2 apanya ya mas cholis mungkin bisa memberi solusi
sebelumnya trims banyak ,
wass
agus yogya
June 20, 2010 at 12:41 am
Deni
wilujeng tepang Om cholis
salam saya dari pelosok terpencil di negeri ini jauh dari bandung.om..,tolong bantu,saya punya ft80c dan ingin modifikasi di bagian filter ssb supaya bandwith-nya lebar.mohon dijelaskan bagian mana saja yang harus dirubah berikut skemanya.terima kasih banyak OM..,ditunggu balasannya via Email.
July 17, 2010 at 11:01 am
YD1CHS
Dear OM Deni,
Lho kok tambah dilebarin kenapa OM? … SSB Filter dalam FT-80C adalah dikemas di dalam kotak khusus, saya belum pernah melihat isinya. Mungkin saja dia dibuat dari beberapa x’tal dikombinasikan dengan kapasitor, nah untuk membuatnya lebih lebar, kita harus mengurangi jumlah x’tal yang diseri, serta melakukan adjustment nilai kapasitor yang ada, sehingga impedansinya sesuai dengan blok sebelum dan sesudah SSB filter tersebut.
By the way, sangat sayang kalau kita oprek filter tersebut, karena untuk mendapatkan filter dimaksud adalah cukup sulit, mungkin juga harganya cukup mahal. Biasanya banyak HAM yang justru menginginkan BW dari SBB Filter makin sempit dan curam, sehingga baik digunakan di CW.
Perubahan BW SSB Filter menjadi lebih lebar dari 3KHz pasti akan memberikan pengaruh buruk terhadap overall performance TRX, salah satunya penggenerasian sinyal SSB tidak akan lagi sempurna, karena SSB filter akan gagal memfilter hanya side-band dari base-band signal yang akan dipancarkan maupun yang diterima.
Kalau diperbolehkan memberikan usul, please dech … jangan dimodifikasi si SSB Filter-nya … xixixixi
Best Regards,
Cholis Safrudin YD1CHS
August 2, 2010 at 11:33 am
Deni
Jumpa lg OM CHOLIS
om.. sy sdah coba dan mendung-dung cuma nada lownya belum mengandung artikullasi masih seperti mendengung,supaya lebih sempurna harus bagaimana lg nich om..dan masih kesulitan nilai capasitor yang cocok,klo boleh deni minta skema dan nilai componen yg mesti dirubah.trima kasih om..
August 14, 2010 at 6:20 pm
Arif
salam kenal om cholis, saya menggunakan Yaesu FT 80C dan saya ingin kualitas audio saya pada waktu bermain di USB dan LSB lebih lebar, maksudnya nada rendah dan nada tingginya bisa keluar, bagaimana caranya dan apa yang harus saya lakukan?
August 26, 2010 at 12:59 pm
juhar
@Agus,
FT-80C, trimmer pengatur BFO yang ada di blok PLL disarankan untuk diganti dengan yang tipe keramik. Bawaan aslinya adalah tipe plastik, klo dah uzur suka molor sendiri.
@Deni, Arif,
Klo pengen dungdung yang beneran, itu filternya diganti aja yg BW 3KHz, klo gak salah aslinya cuman 2.4KHz. Trus mainkan di perangkat pre-amp micnya. Klo mau lebih murni lagi, suntikkan langsung output dari perangkat dungdung secara langsung ke mixer tx. Jadi tidak lewat colokan mic depan, dijamin deh mak nyooosss…
@Cholis,
Met puasa dan tetap rajin menulis ya om… hehehe
Aku dah jarang on-air, lebih suka utik2 hal2 simple, semacam bikin pre-amp mic, penguat sinyal klas A buat pre drive RF Amp dan mencari tau how it works hehehehe…
Sekarang dah rakit apa lagi nih ???
September 14, 2010 at 8:42 am
YD1CHS
Dear OM Juhar,
Thanks … mohon maaf lahir bathin OM …
Regards
March 8, 2011 at 9:13 pm
rudik
Yth Om YD1CHS…Artikel ini sangat emmbantu pemahaman saya tentang SSB. Saya masih belum mempunyai pemahaman bagaimana cara menghasilkan sinyal bandwidth yang sempit lain yaitu Narrow Band FM, mohon diberikan pencerahan.terima kasih.
March 11, 2011 at 6:30 am
rudik
Oh ya, saya kira ada konsensus bersama mengenai penggunaan USB dan LSB ini untuk keseluruhan band HF yang ada.Bolehkah dishare disini? kemarin saya baca baca kalo di Amatir Internasional kalo band segini pake USB and sekian pakai LSB.
March 11, 2011 at 7:14 am
YD1CHS
Ok saya kirim band plan amatir Indonesia paling akhir 2009 di email OM
Powered by Telkomsel BlackBerry®
March 11, 2011 at 7:34 am
rudik
Yang saya maksud adalah ini, seperti yang ditulis di:
http://www.hamuniverse.com/ssbinformation.html
How do you know which “mode” to use?
On HF and by agreements worldwide, all stations transmitting SSB use LSB on 160 meters through 75 meters, USB on 60 meters, back to LSB on 40 meters and then all bands above 40 meters use USB. This agreement makes life easy when switching bands. Every one knows which modes are used on which bands.
Mohon pencerahannya, maaf banyak nanya, maklum newbie
March 11, 2011 at 7:50 am
YD1CHS
Yaa … Kebijakan band plan Indonesia juga menggunakan referensi dunia dari IARU, walaupun mungkin ada bbrp band yg mungkin agak unik, misal di negara A boleh di negara B tidak boleh.
Seluruh amatir radio yg bekerja di wilayah NKRI saya kira hanya diperbolehkan bekerja sesuai dg band plan Indonesia.
Satu lagi, dalam 1 band misal 80M, itupun dipecah2 lagi, tidak semuanya diperbolehkan digunakan utk mode voice, ada alokasi khusus utk AM atau SSB. Ada alokasi khusus utk CW atau digimode, dan masih banyak lagi.
Silakan pelajari band plan yg telah saya kirimkan ke email OM, disitu OM akan lihat bagaimana petak2 yg telah ditetapkan tidak hanya oleh RI tapi dunia.
Setia AR wajib paham dengan bandplan, sehingga tdk akan melanggar aturan dan kepentingan umum.
Demikian, jadi saya kira jawaban dr pertanyaan OM ada disana semua.
Have a nice day …
Powered by Telkomsel BlackBerry®
March 29, 2011 at 3:15 pm
EC5ACA
Nice blogsite. Could you provide an english version for this article? TIA
73, 72 de Juanjo, EC5ACA. EA-QRP #104, G-QRP #9742, QRP-L #1662,
FP #899.
Juanjo Pastor
C/San Roque, 4-1º
46460 Silla
SPAIN
e-mail: ec5aca@gmail.com
web: http://www.geocities.ws/ea5chq
web del club: http://www.eaqrp.com
Tel.: +034 96 120 17 67
Movil: 651 35 35 11
March 31, 2011 at 12:27 pm
YD1CHS
I had added a translator at the blog for this purpose, thx.
Powered by Telkomsel BlackBerry®
December 15, 2011 at 11:24 am
heru dwi purnomo
yth Om YD1CHS
Mohon petunjuk karena saya mengalami sedikit kesulitan untuk repair radio saya yg masih Jadul..nie..! typenya Yaesu FT 80 C saya sangat senang dgn adanya blog ini, dan masalahnya radio saya saat hanya bisa beroperasi pada Band USB saja sedangkan di LSB suaranya ngak jelas alias terjepit seperti suara bebak saja, dan saya sudah coba merubah dengan mengetrim Capasitor LSBnya tapi gk ada perubahan, sehingga saya memfonis Crystal Frequensinya Rusak apa benar hal ini saya lakukan, kalau benar utk mendapatkan Crystal LSB 8.2135 MHz di toko mana saya harus membelinya, krn di makassar tidak ada yg jual…trimkasih OM YD1CHS harapan kami Om dapat membalas.
Ramadhani Sul-sel
December 15, 2011 at 11:33 am
YD1CHS
Kalau sebelumnya belum pernah dipakai di LSB, coba cek dulu apakah blok filter LSB-nya ada, biasanya dia ada 3 blok filter, AM, USB dan LSB, …
Kalau memang ketiganya ada, baru lakukan adjustmen seperti yg OM lakukan, tapi tetap berpedoman sama Manual, biar nggak tersesat hehehe …
Powered by Telkomsel BlackBerry®
December 15, 2011 at 12:33 pm
heru dwi purnomo
dear Om Cholis (YD1CHS)
matursuwun sanget….sarannya Om.., semua masih lengkap, dan saya lihat dari diagram Local osilator pada TP masing2 Pin IC maupun Transistor saya ukur VCCnya sdh sesuai dengan tabel yang ditentukan, namun masih tetap, sehingga saya jadi penasaran nie… sanyangnya saya ngak punya Freq Counter jadi ya apa adanya…gitu Om.., tapi kalau bener Crystalnya dimana saya mendapatkan om…makasih sebelumnya sdh merepotkan….wassalam
December 15, 2011 at 12:40 pm
YD1CHS
Memang agak susah cari xtall bawaan radio di pasaran biasa, biasanya ada yg jual bangkai ft80C utk kanibal …
Powered by Telkomsel BlackBerry®
January 10, 2012 at 12:48 pm
Bejo-tangerang
mat kenal om, saya bejo tangerang, mau nanya masalah freq BFO unruk LSB dan USB, saya mau bikin homebrew ssb 80m, menggunakan singgle Filter 10,695 Mhz . Berapa freq USB dan LSB yang benar. Soalnya saya masih bingung.