Meja Kerja Amburadul

Meja Kerja Amburadul

Bagaimana pikiran anda bila membayangkan sebuah “Meja Kerja” ? … pasti bagus, bersih dan tersusun secara rapi … nah itu juga yang aku pikirkan. Namun lihat gambar disamping, itu adalah meja kerja hobby” saya … sangat indah dan rapi kan? memberikan inspirasi kepada anda ? … hehehe

OK, please jangan mendakwa saya sebagai orang yang jorok ya … walaupun mungkin sedikit benar ach … hihihi. Saya akan jelaskan sekelumit perjalanan hidup saya …

Saya adalah seorang buruh yang hidup dari gaji bulanan, menghidupi 1 orang istri, 2 orang anak dan sometimes membatu ortu maupun mertua. Sesuai dengan salah satu kode etik amatir, bahwa “Amatir Radio Berjiwa Seimbang”, maka saya sadar betul kegiatan amaterisme saya tidak boleh mempengaruhi kehidupan utama di keluarga, salah satunya kelancaran cash flow rumah tangga, atau bahasa Jawanya “Dapur Ngebul”, maka saya menerapkan limitation budget untuk kegiatan yang satu ini … hehehe, so that, bila ada yang murah kenapa cari yang mahal, bila bisa buat sendiri kenapa harus beli, tidak ada rotan akarpun jadi … gitulah kata para pujangga …

Baru satu tahun setengah ini saya sekeluarga berdomisili di Bandung, sebelumnya di Surabaya, kepindahan ini akibat kewajiban “road of duty” dari majikan/kantor …

Alhamdulillah kami diberi kemudahan memiliki rumah sendiri, namun berhubung kami terlanjur kontrak rumah selama 2 tahun, maka sayang bila harus segera pindah ke rumah baru kami, yah itung-itung sambil nunggu “minor renovation” selesai … lalu apa hubungannya dengan meja yang menjijikan tersebut? ADA … konsekuensinya, aku nggak punya tempat dan meja yang lega plus layak untuk dijadikan rumah bagi RIGs dan peralatan homebrewerku ihik … makanya kualihkan fungsi meja makan dan kayu bekas packing barang-barang rumah tangga waktu pindah dari Surabaya menjadi meja Workshop yang unik, antik dan muraaahhh.

Foto tersebut diambil oleh “my amazing Wife” tanpa ekspresi, mungkin sudah terbiasa melihat yang kayak gitu … yah akibat dari “Efek Kakus”, maksudnya bila kita masuk kakus kesan pertama yang kita rasakan adalah BAU, namun bila kita luangkan waktu minimum 1 menit di dalamnya, maka kesan tersebut akan hilang dengan sendirinya, bahkan kita betah duduk-duduk/jongkok-jongkok di sana sambil baca koran … wow. Terkait sama meja tersebut, mungkin sudah teronggok disitu beberapa hari dalam kondisi yang amburadul, akhirnya mata sudah mengadaptasinya menjadi sebuah hal yang biasa, atau mungkin sebuah ornament yang justru membuat dapur kami makin meriah … hehehe (cari pembenaran).

Well, … di meja saat itu aku sedang develop BITX-80, so anda akan lihat beberapa tools yang saya pakai yaitu:

  • Homebrew 50MHz Frequency Counter: saya buat dari microcontroller PIC 16F84A, harga pembuatan sekitar 200 ribu, ide nyontek dari internet. Spek range frekuensi 0-50 MHz, signal input minimum 800mV. Not to bad!
  • Homebrew L/C Meter: saya buat dari PIC 16F84A juga, harga pembuatan juga sekitar 200 ribu, dengan spek range pengukuran L (nH s/d mH), C (pF s/d uF), wow keren!
  • Multimeter: nah ini saya beli jaman SMA dulu, harganya cuman 75 ribu.

Sebagai informasi, saya masih mengumpulkan barang-barang homebrew elektronika saya sejak saya SMA, bahkan pindah rumahpun, barang tersebut menjadi prioritas item yang tidak boleh ditinggalkan.

Karena keterbatasan dimensi meja kerja tersebut, maka tidak semua peralatan amatir saya bisa terpajang disana, hanya bila saat dibutuhkan mereka baru mejeng.

Okay … sebelum anda salah tangkap bahwa saya adalah orang yang jorok, maka akan saya klarifikasi, foto tersebut benar meja workshop saya, kondisi “messy” tersebut paling banter hanya betah 1-2 hari aza (sepecially week end), habis itu yaa … aku rapikan lagi … kan “Kebersihan Adalah Sebagian Dari Iman” … hehehe

Okay OM, semoga tidak membuat anda mual … 73 YD1CHS

How do think when you hear about working table? … it must be nice, clean dan tidy … huh, yes exactly as my expectation. Above image show my ‘hobby” working table … very beautiful huh, give you a fresh inspiration? … hehehe

Hoho … please don’t judge me as a disgusting guy … Ok, please calm down huh … I will explain this mess.

I am only a labourer, life from a not too big salary to feed a Wife and two Boys, sometimes our Parents.

One of the Radio Amateur Etiquette Code, i.e. “BALANCED“, so that I will not expense a lot of money only for my Working Table, small is enought, also using used material to build own rack, hehehe.

We just moved from Surabaya to Bandung, and fortunatelly, we have bought a new house here. But, unfortunatelly, before we bought a new house, we have been renting a house for two years, so that, we have to wait untill finished. Consequently, I don’t have an ideal room and table for my Rigs and My other hobby stuffs, so that, temporarily the above table is enough for my purpose.

The photograph was taken by my wife. She has been adapted to all mess i made. Sorry … honey!!! At the time when the photograph was taken, I had been buiding a BITX-80M. You can see several tools that I used there:

  • Homebrew 50MHz Frequency Counter: using microcontroller PIC 16F84A costs of about US$20, grab idea from the internet. It has measurement range of 0-50MHz, with min. 800mV signal input. No to bad, huh.
  • Homebrew L/C Meter: using PIC 16F84A as well, cost about US$20, measurement range is L (nH s/d mH), C (pF s/d uF), wow cool!
  • Multimeter: this is a really old cheap tool, cost only US$7.5.

Until now I’m still collecting material for homebrewing, even my old stuff are still kept. When moving from one town to another, these stuffs are become one of the important list that may not be left.

OK, back to the main subject huh … the table is quite small, so that my all rigs and stuffs aren’t appeared here.

OK, before you get a negative thinking too far … let finish this discussion with my confession … yes, it is correct, that is my “hobby” working table. This situation is occured not more than two days only, and of course, it is really rare happened. According to my believe, “the cleanness is one part of the faith” … so that, I always try to hold that …

OK OM, hope will not make you uncomfortable huh … 73 YD1CHS, bye-bye