Num of Visits

Num of Visits

This sharing is written into bahasa Indonesia, for foreigner readers please download the English version here: English Version

Ketika saya melihat ke blog saya di https://yd1chs.wordpress.com, saya teringat hari pertama kali blog ini saya aktifkan dengan tujuan yang sangat sederhana yaitu mensharing pengalaman dan pengetahuan saya yang serba sedikit kepada para Hombrewer dan HAM terutama dari Indonesia. Saya bahkan tidak memprediksikan pembaca dari luar negeri akan masuk ke blog, karena memang tulisan-tulisan didalamnya dibuat dengan bahasa Indonesia.

Setelah saya menambahkan sebuah aplikasi gratisan yang disebut dengan “Visitor Locator” produk dari http://www3.clustrmaps.com ke dalam blog, saya baru menyadari bahwa tidak hanya pembaca dari Indonesia yang mampir ke blog, namun cukup banyak juga pembaca dari luar negeri, mereka berasal dari lebih dari 100 Negara di seluruh dunia. Mengetahui hal tersebut, mengingat dari tujuan pembuatan blog diatas, maka saya merasa bersalah kepada mereka karena sharing yang saya lakukan di dalam blog tidak saya lengkapi dengan Bahasa Internasional yaitu Bahasa Inggris. Berdasarkan fakta tersebut akhirnya saya menambahkan link menuju Google Translator untuk memudahkan permasalahan transfer bahasa ini, namun demikian pada tulisan-tulisan terbaru saya menyajikan sebuah dokumen versi Bahasa Inggris yang bisa didownload, sehingga pembaca bisa mengaksesnya walaupun dalam kondisi tidak Online. Terimakasih terhadap Clustrmaps and Google Translate.

Visitor Locator

Visitor Locator

Lebih jauh, saya tertarik untuk mengevaluasi data-data statistik yang disediakan oleh blog. WordPress menurut saya adalah sebuah CMS (Content Management System) yang sangat luar biasa, ia dilengkapi dengan halaman statistik bagi homepage atau blog kita ke dalam representasi yang sangat menarik dan user friendly. Informasi statistik tersebut yang ingin saya share kepada anda.

Gambar pertama memperlihatkan jumlah visit ke dalam blog. Penghitungan dimulai tepat setelah blog dinyalakan, yaitu pada bulan September 2008 silam. Saya mengambil data statistik ini pada tanggal 29 Oktober 2010 atau sekitar 2 tahun kemudian sejak awal blog dipublish, dimana jumlah visit yang terekam adalah sebanyak 152.942. Saya tidak tahu persis bagaimana metode wordpress melakukan perhitungan visit ini, namun perkiraan saya ia melakukan perhitungan dari setiap session yang terbentuk. Artinya setiap pembaca masuk ke blog, sebuah session terbentuk dan 1 buah perhitungan ditambahkan. Pada saat pembaca tersebut menutup internet browsernya, maka session tersebut dibubarkan, dan kemudian ketika ia masuk kembali, maka session yang baru akan terbentuk, sehingga perhitungan visit kembali bertambah 1. Namun demikian, saya tidak terlalu peduli dengan metode pengukuran ini, jadi whatever sajalah …

Country List 01

Country List 01

Sementara itu gambar kedua memperlihatkan lokasi dimana pembaca melakukan akses ke blog. Saya menambahkan aplikasi ajaib ini sejak tanggal 2 November 2009 atau setahun sejak pertama kali blog diterbitkan, sehingga perbedaan jumlah visit dengan counter dari wordpress pasti berbeda (lebih sedikit). Salah satu hal yang sangat menarik dari aplikasi gratis ini adalah kemampuannya untuk menyajikan data jumlah visit secara geographical, yaitu disesuaikan dengan lokasi (Negara dan Kota) dimana pembaca mengaksesnya dengan sebuah tanda “dot” atau “titik” merah dengan diameter merepresentasikan jumlah visit pada lokasi tertentu. Makin besar diameter titik, maka makin besar juga jumlah visit pada lokasi dimaksud.

Selanjutnya, kedua gambar (ke-3 dan ke-4) memperlihatkan data lebih detail dari aplikasi ini, yaitu medaftar seluruh negara lokasi pembaca mengakses blog. Selama satu tahun terakhir, terlihat pembaca yang berasal dari lebih dari seratus negara telah mengakses blog ini.

Country List 02

Country List 02

Mayoritas pembaca berasal dari Indonesia, jelas, karena isi dari blog memang mayoritas dituliskan dalam bahasa Indonesia. Kedua berasal dari USA, negara super power, dan saya kira biaya koneksi termurah ada disana, sehingga potensi orang untuk online jauh lebih banyak dibandingkan negara yang lain.

Urutan ketiga adalah dari Malaysia, saya kira alasannya, bahasa yang digunakan diblog ini sangat mirip dengan bahasa Melayu yang dipakai disana. Namun demikian dibandingkan dengan urutan pertama dan kedua, jumlah visit urutan ketiga ini telah jauh berkurang.

Saya juga mengambil informasi menarik lain dari fasilitas statistik ini, yaitu rangking dari tulisan-tulisan yang diakses oleh pembaca. Urutan tersebut ditampilkan pada gambar kelima.

Tulisan paling banyak diakses adalah “Home Page” … hal ini adalah sesuatu yang pasti/ keniscayaan. Sebab hampir seluruh pembaca yang mampir ke blog masuk lewat homepage, ataupun bagi yang tidak masuk homepage ia akan click “Home” maka akan diforwardkan ke “Homepage”. Angka ini tentu akan berubah dari hari ke hari selama masih ada pembaca yang masuk ke blog. Namun yang jelas, tulisan paling lama ditulis belum tentu memiliki peringkat tertinggi. Seperti yang ada di data statistik ini, tulisan berjudul “Homebrew SWR Meter” walaupun bukan tulisan tertua, namun ia menduduki peringkat tertinggi. Demikian juga tulisan berjudul “A 13.8V From CPU PSU”.

Favourite Page

Favourite Page

“BITX-80 Development #1” juga duduk di rangking atas, sebab TRX BITX ini saat ini sedang populer, merupakan open source radio yang pada awalnya dikembangkan oleh seorang HAM India yang brilian bernama Farhan VU2ESE. Saya juga sangat tertarik dengan project ini dan melakukan modifikasi sederhana untuk membuatnya bekerja pada band 80M.

“FT-180A Modification For 40 & 80M” part-1 dan part-2 juga secara berurutan berada di tempat yang cukup tinggi, kemungkinan dikarenakan langkanya material terkait dengan RIG versi komersial produk Yaesu FT-180A. RIG ini sangat tua dan saat ini relatif mudah ditemukan di Indonesia dengan harga yang cukup murah, yaitu sekitar Rp.700 Ribu pada kondisi aslinya. Dalam rangka memperkerjakannya ke band amatir, modifikasi perlu dilakukan. Pada kedua tulisan saya melakukan sharing tentang bagaimana melakukan modifikasi sehingga dapat bekerja di band 40 dan 80M, kearena secara default RIG ini mampu bekerja hanya sampai dengan frekuensi 18MHz. Di dalam modifikasi tersebut juga ditambahkan sebuah PLL dan Shifted Frekuensi Meter yang berbasis kepada PIC 16F84A. Saya menggunakan design PLL dengan menggunakan kuno IC TC9122. Frekuensi meter didesain untuk shifted sebesar 10.7MHz, yaitu frekuensi IF FT-180A, sehingga saat membaca frekuensi keluaran VCO, maka PIC menerjemahkan kepada frekuensi kerja sebenarnya.

Ranking ke-7 adalah “A Very Small 80M Wire Antenna”. Antenna yang saya buat disini adalah replika dari antenna yang dibuat oleh seorang HAM Banglades bernama Nadhisa, namun konfigurasinya saya modifikasi menjadi inverted V. Banyak HAM yang belum beruntuk dan tinggal di kota yang hanya memiliki tempat terbatas, seperti dengan saya. Sehingga sebuah antenna kecil dan kompak sangat dibutuhkan untuk keadaan itu.

Rangking berikutnya adalah “Homebrew VK3BHR LC Meter”. Ini adalah sharing bagi eksperimen LC meter, yang didesain asli oleh OM Phil Rice VK3BHR. Saya juga menyampaikan beberapa material yang dibuat oleh beberapa Rekan HAM di Indonesia terkait dengan project ini, misalkan modifikasi firmware dan PCB. Beberapa panduan paraktis juga disampaikan disini bagi pembaca yang tertarik untuk membuatnya.

Kita dapat menemukan dua buah tulisan tentang SWR meter dalam blog ini, dan sangat kebetulan keduanya menempati 10 top rangking. “A Homebrew QRP Pocket Size VSWR Meter” adalah sebuah rangkaian SWR Meter dengan menggunakan jembatan resistor murni. Power yang bisa dihandle sangat tergantung dengan disipasi resistor yang digunakan, namun tetaplah QRP. Hal yang paling menarik dari rangkaian ini adalah ukurannya yang kecil dan kompak, sehingga sangat cocok untuk digunakan selama field day, aktivitas bergerak dan keadaan darurat.

Akhirnya, pada urutan kesepuluh adalah “My HT Suicom SH-135”. Seperti yang tersirat dari namanya, ini adalah sebuah radio 2M Handy Talky (HT) bermerek Suicom dengan tipe SH-135. Saya membeli HT ini untuk keperluan aktivitas outdoor keluarga, dan sangat jarang saya operasikan untuk kegiatan amatir, kecuali beberapa waktu yang lalu dipinjam untuk mendukung salah satu posko banjir Baleendah Bandung. Rupanya banyak yang tertarik dengan produk ini, kemungkinan disebabkan karena harganya cukup murah dibandingkan kompetitornya di pasar rakom. Kebanyakan pembaca yang masuk ke tulisan ini menanyakan tentang owner manual HT, namun sedikit yang tahu bahwa manual ini dapat didownload di Internet, silakan mencari dengan keyword “puxing”. Anda mungkin menemukan jenis produk yang lain, namun satu diantaranya akan sama persis dengan Suicom SH-135.

Memang benar, statistik adalah seperti sebuah magic. Data-data ini memberikan informasi berarti bagi sama untuk tetap menulis dan menshare apapun di blog. Semoga.

Have a nice day and best regards,
Cholis Safrudin YD1CHS