Berikut saya share beberapa koleksi photo pribadiku dalam tulisan berjudul Photo Story yang terbagi dalam tiga kelompok, yaitu tahun antara 1970-1990, 1990-2000 dan 2000-now.

YD1CHS Early Year

YD1CHS Early Year

Foto disamping adalah saya ketika berumur sekitar satu tahun, belum bisa apa-apa, diatas pangkuan Ibunda tersayang, … foto ini mengingatkanku kepada anak-anakku  sekarang, menunjukkan kebesaran Illahi, manusia tidak ada apa-apanya tanpa bantuanNYA melalui tangan-tangan Orang Tua kita, especially our Mothers.

Tidak salah bila ada ungkapan mengatakan “Surga Ada Ditelapak Kaki Ibu …”

Alhamdulillah, Ibunda YD1CHS saat ini masih ada, … dengan sisa-sisa ketegaran yang telah jauh banyak dikurangi olehNYA. Hanya do’a tulus dan secuil balas budi yang mampu saya persembahkan sebagai penebus seluruh pengorbananmu, walaupun itu tidak akan pernah cukup.

Young YD1CHS was bathing

Young YD1CHS was bathing

Foto disamping adalah saya ketiga berumur sekitar 2 tahun, masih minim yang bisa dilakukan. Sebuah rutinitas sehari-hari, mandi dalam bak mandi plastik seukuran badan, dengan air hangat yang telah disiapkan oleh Ibunda, dengan sabar tangan-tangan kekar Beliau membersihkan kotoran yang melekat dari badanku, benar-benar sebuah pengalaman dan rasa dilindungi sebagai bekal di masa depan.

 

Kami empat bersaudara, saya urutan ke-3, gambar disamping diambil sekitar tahun 1978, foto sudah mulai berwarna.

My Brothers & Sister

My Brothers & Sister

Saat deskripsi ini kutulis, semua Saudara dan Saudariku saat ini telah berumah tangga, Kakak tertua (ke-2 dari kiri) dikaruniai 3 anak, Kakak kedua (paling kiri) 2 anak, aku (paling kanan) 2 anak dan Adik (ke-2 dari kanan) 1 anak (hampir menambah satu lagi).

Profesi kamipun jauh berbeda, Kakak pertama sebagai petani & petambak, Kakak kedua sebagai Wiraswastawati, saya sebagai buruh di sebuah Perusahaan, dan Adikku mengabdikan dirinya sebagai Prajurit TNI AD.

UGM Parking Area 1982

UGM Parking Area 1982

Gambar disamping memperlihatkan fajar baru menyinsing di pelataran parkir Kampus Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Kami berempat bersama Adik saya (paling kiri), Sepupu (Ke-2 dari kiri), Saya (ke-2 dari kanan), Sepupu (paling kanan).

Seperti masih kemarin saja, aku ingat betul saat itu kami ke sana untuk memberikan penghormatan kepada salah satu Sepupu kami yang baru diwisuda S-1, siangnya kami berjalan-jalan di kebun binatang Gembira Loka dan Candi Penataran (Sewu).

As MC in 1989

As MC in 1989

Saya tidak memiliki banyak foto ditahun sebelum 1990, karena saat itu keluarga kami juga tidak memiliki kamera. Saya ingat, pada tahun segitu, kamera merupakan barang yang mewah.
Saya mendapatkan foto ini dari teman saya, yang saat itu berulang tahun, saya diminta untuk menjadi MC, ya no problem … lha wong yang datang juga teman-teman sendiri, so that, siapa takut …🙂

Gambar disamping saya capture dari Google Earth, yang menunjukkan lokasi kota Tulungagung, tempatku (dan semua Saudaraku) dilahirkan dan dibesarkan. Tulungagung merupakan sebuah Kabupaten yang terletak sekitar 160Km sebelah selatan Ibukota Propinsi Jawa Timur, Surabaya.

Tulungagung terletak pada ketinggian sekitar 80 meter di atas permukaan air laut, temperatur rata-rata 30 derajat celcius, dengan dilingkari pegunungan di sebelah selatannya. Dibalik deretan pegunungan itu, kota Tulungagung berhadapan dengan pantai selatan pulau Jawa, atau Samudera Indonesia.

Tulungagung Map

Tulungagung Map

Tidak ada makanan khas di Tulungagung, sebab hampir seluruh makanan Jawa Timur bisa kita jumpai sendiri dengan sedikit sentuhan yang berbeda, misalnya Rawon, Pecel, Rujak Cingur, Tahu Bumbu, dan lainnya. Perbedaan khusus pada sate kambing, di Tulungagung kita akan jumpai sate kambing dengan bumbu kecap dicampur petis, bukannya kacang pada umumnya.

Produk khas Tulungagung adalah Marmer dan Pengrajinnya. Tulungagung memang memproduksi marmer, namun usia batuannya masih muda, sehingga cocok untuk lantai atau pelapis dinding. Para pengrajin batu marmer/ onix mendatangkan batuan yang lebih tua dari berbagai kota di Indonesia (misal: Bawean, Nganjuk atau Tasikmalaya) untuk diolah menjadi berbagai barang ornament yang menarik, seperti berbagai hiasan rumah tangga dan perabot.

BIla ada waktu, silakan anda datang di Tulungagung.🙂