You are currently browsing the category archive for the ‘General’ category.

Proteus

Sejauh yang saya pernah pelajari dan tahu, salah satu simulator untuk rangkaian elektronik yang cukup terkenal adalah PSPICE (Personal Simulation Program with Integrated Circuit Emphasis), mengingatkan kepada sebuah text book wajib kuliah jurusan elektro … yaitu BECA kalau nggak salah singkatan Basic Electronics Circuit Analisys (CMIIW) karena di dalamnya juga ditampilkan berbagai simulasi dengan menggunakan PSPICE. 15 Tahun yang lalu ketika saya masih di STTTelkom, software tersebut masih sangat terbatas jenisnya dan sulit mendapatkannya, terlebih karena Internet saat itu masih merupakan barang mewah dan mahal.

Sekarang puluhan macam software dengan fungsi yang mirip dengan PSPICE telah berjamur dan bertebaran di Internet. Bahkan beberapa diantarannya disediakan versi demo namun sangat lengkap. Salah satu diantara jajaran software simulator tersebut adalah Proteus. Hingga hari ini ada beberapa program simulasi yang pernah saya pakai – untuk keperluan hobby saja, seperti Circuit Maker dan ORCAD Cadence, namun Proteus sejauh ini saya rasakan sangat berbeda, karena ia mampu melakukan simulasi rangkaian berbasis embedded system, misalnya mikrokontroler persis seperti kondisi riil. Dengan software ini, kita seperti memiliki laboratorium virtual yang sangat lengkap dengan koleksi jenis komponen yang sangat banyak … luar biasa.

Tulisan saya terlampir, hanya menyinggung prosedur utama yang biasanya paling sering digunakan bagi hobby saja, tidak untuk profesional. Ditulis sesingkat-singkatnya disertai beberapa capture gambar untuk memudahkan pemahaman.

Semoga bermanfaat … de yd1chs.

Silakan didownload disini:

Hirarki bahasa pemrograman

Saya menuliskan sebuah tulisan sederhana tentang pengenalan BASCOM AVR, meliputi langkah-langkah membuat project baru, menuliskan firmware, dan meng-compile.

BASCOM adalah salah satu bahasa pemrograman tingkat tinggi (High Level Language) produk MCS Electronics dengan menggunakan BASIC, yaitu bahasa yang sangat sederhana dan mudah dimengerti, beberapa orang menganggapnya sebagai bahasa pemrogram anak-anak karena kesederhanaannya … hehehe.

BASCOM versi Demo bisa didownload di http://www.mcselec.com/ dengan feature lengkap (seperti versi full), hanya dibatasi besarnya program code sebesar 4KB. 4KB dalam pemrograman mikrontroler adalah angka yang cukup tinggi … thanks MCS Electronics untuk software demonya.

Saya tulis sebagai materi sharing belajar bareng mikrokontroler AVR bersama beberapa rekan via email.

Left image from http://www.webopedia.com/TERM/H/high_level _language.html

Silakan download artikel pengenalan BASCOM AVR disini … BASCOM AVR Intoduction

Semoga berguna, de YD1CHS.

HW Construction

This article is delivered using Bahasa Indonesia, for the foreigner readers could activate the translator in this blog or simply translate it using “Google Translate” on your browser … this project is hardware implementation of my desain at the previous article at link https://yd1chs.wordpress.com/2011/03/20/shifted-frequency-counter-based-on-avr/

Bagi Pembaca yang berbahasa Indonesia dapat mendownload artikel ini di bawah sehingga dapat diakses secara offline, termasuk seluruh material baik skema maupun firmware.

Abstraksi

YD1CHS Frequency Counter Based on ATMEGA-8 dengan fitur HF Band Range, Arbritary IF Shifting dan Autoranging Display secara hardware telah menunjukkan performansi sesuai dengan desain yang telah saya sharing pada posting sebelumnya di blog https://yd1chs.wordpress.com/2011/03/20/shifted-frequency-counter-based-on-avr/

FC ini secara riil mampu melakukan pengukuran sinyal RF pada seluruh range HF yaitu mulai dari 0.3 sd 30 MHz. Saya belum melakukan percobaan untuk frekuensi diatas 30MHz karena keterbatasan sumber sinyal RF yang saya gunakan, yaitu buatan sendiri. Namun demikian, saya sangat yakin FC ini akan mampu melakukannya. Keterbatasan frekuensi tertinggi yang dapat diukur hanya akibat keterbatasan rangkaian front end (74LS00 dan 74LS393) dalam merespon frekuensi tinggi sinyal. Menurut datasheet mereka, mereka masih mampu melakukan respon dengan baik sampai dengan frekuensi sekitar 50MHz, please CMIIW.

FC juga mampu melakukan penyimpanan sebuah frekuensi IF (intermediated frequency) secara bebas dari sebuah BFO atau sumber sinyal lainnya. Pada kesempatan ini, saya mempergunakan IF dengan frekuensi sekitar 13MHz.

Secara mengesankan FC berhasil menampilkan “Shifted Frequency”, yaitu selisih frekuensi antara F dan IF, disertai dengan indikator F>IF, F<IF, F=IF ataupun F=0. Selisih ini saya desain selalu bersifat positif, dimana selalu nilai terbesar dari F atau IF dikurangi dengan nilai yang lebih kecil. Indikator di atas, membantu kita untuk menentukan bagaimana posisi F dibandingkan dengan IF. Dalam aplikasinya di Single Convertion Trasnceiver, indikator-indikator tersebut dapat bermakna USB atau LSB sesuai dengan konfigurasi dari transceiver kita.

Terakhir, perhitungan “SHIFTED” ataupun “UN-SHIFTED” dapat dipilih oleh user dengan hanya mengaktifkan sebuah switch pada pin 5 ATMEGA-8. High = Un-Shifted dan Low = Shifted.

Secara umum seluruh fitur dari FC ini telah terbukti secara hardware dan dapat diimplementasikan sesuai dengan kebutuhan user. PCB untuk aplikasi ini dapat didesain dengan mudah, karena layout komponen tidaklah terlalu kritis.

Read the rest of this entry »

Num of Visits

Num of Visits

This sharing is written into bahasa Indonesia, for foreigner readers please download the English version here: English Version

Ketika saya melihat ke blog saya di https://yd1chs.wordpress.com, saya teringat hari pertama kali blog ini saya aktifkan dengan tujuan yang sangat sederhana yaitu mensharing pengalaman dan pengetahuan saya yang serba sedikit kepada para Hombrewer dan HAM terutama dari Indonesia. Saya bahkan tidak memprediksikan pembaca dari luar negeri akan masuk ke blog, karena memang tulisan-tulisan didalamnya dibuat dengan bahasa Indonesia.

Setelah saya menambahkan sebuah aplikasi gratisan yang disebut dengan “Visitor Locator” produk dari http://www3.clustrmaps.com ke dalam blog, saya baru menyadari bahwa tidak hanya pembaca dari Indonesia yang mampir ke blog, namun cukup banyak juga pembaca dari luar negeri, mereka berasal dari lebih dari 100 Negara di seluruh dunia. Mengetahui hal tersebut, mengingat dari tujuan pembuatan blog diatas, maka saya merasa bersalah kepada mereka karena sharing yang saya lakukan di dalam blog tidak saya lengkapi dengan Bahasa Internasional yaitu Bahasa Inggris. Berdasarkan fakta tersebut akhirnya saya menambahkan link menuju Google Translator untuk memudahkan permasalahan transfer bahasa ini, namun demikian pada tulisan-tulisan terbaru saya menyajikan sebuah dokumen versi Bahasa Inggris yang bisa didownload, sehingga pembaca bisa mengaksesnya walaupun dalam kondisi tidak Online. Terimakasih terhadap Clustrmaps and Google Translate.

Read the rest of this entry »

Step-1

This sharing was written in Bahasa Indonesia, for English Readers please download its English version here: English Version

Salah satu andalan saya dalam mendesain PCB adalah dengan menggunakan software gratis EAGLE (Easily Applicable Graphical Layout Editor) yang bisa didownload pada http://www.cadsoft.de/ karena software ini mudah digunakan dengan hasil yang cukup memenuhi ekspektasi saya.

Namun suatu ketika kita mungkin akan menemukan sedikit kesulitan karena library bawaan EAGLE tidak ada yang cocok sesuai dengan jenis komponen spesifik yang akan kita gunakan dalam rangkaian, misalkan single gang variable capasitor, atau biasa kita sebut varco plastik satu band, jaman dahulu biasa digunakan untuk tuning bagi penerima broadcasting MW. Namun, jangan khawatir, EAGLE memberikan kebebasan bagi kita untuk membuat library sendiri sesuai dengan bentuk fisik yang dimiliki oleh komponen kita. Tulisan ini akan memandu anda dalam membuat library sendiri secara sederhana.

Read the rest of this entry »

Homebrew RFPM

Homebrew RFPM

Salah satu tool yang sangat diperlukan bagi homebrewer dalam menunjang eksperimennya, terutama dalam membuat pemancar radio (TX) adalah dummy load dan RF Power Meter (selanjutnya disingkat RFPM). Dummy load merupakan sebuah sebuah beban buatan yang mewakili sebuah antenna resonansi dengan impedansi murni 50 Ohm. Seperti diketahui bersama, sebuah impedansi yang dilambangkan dengan huruf Z = R +/- jX Ohm. Yang dimaksud dengan beban murni adalah nilai reaktansi beban adalah NOL (+/-jX = 0 Ohm), persis sifat antenna yang beresonansi di frekuensi resonansinya.

Pada saat kita melakukan tuning atau allignment TX, diusahakan tidak langsung diumpankan kepada sebuah antenna, karena akan mengganggu pengguna lain pada band/ frekuensi dimana kita bekerja, dianjurkan sekali disambungkan ke sebuah dummy load, dengan demikian kehadiran dummy load adalah suatu keharusan, orang kulon bilang “It is a must” … hehehe. Pada beberapa tulisan terdahulu telah dijelaskan membuat sebuah dummy load sendiri dengan menggunakan beberapa buah resistor karbon yang diparalel, sehingga impedansinya menjadi 50 Ohm.

Read the rest of this entry »

Archieves

Categories

Since 2008, Sept

  • 824,494 hits

My Photos Gallery

Lazy Tower

More Photos