LC Meter - My experiment

The stationer capacitance is only 0.2pF

Tidak terasa sudah 4 bulan saya tidak menambahkan tulisan baru di blog ini, termasuk memberikan komentar kepada semua pengunjung blog sederhana ini, … mohon maaf semuanya. Kesibukan saya sebagai seorang buruh pada akhir dan awal tahun ini bukan main, membuat rutinitas hobby terpaksa menjauh dulu.

Alasan saya menulis dengan topik ini adalah beberapa Rekan telah menghubungi saya, menanyakan apa yang harus dilakukan sesudah selesai merakit LC meter karya VK3BHR yang cukup terkenal karena kesederhanaannya tanpa mengabaikan akurasinya ini. Saya mengelompokkannya menjadi 2 bagian, yaitu “Kenapa LC Meter saya tidak hidup sama sekali?” dan “Apakah LC Meter saya sudah bekerja dengan sempurna? – didalamnya terdapat pertanyaan bagaimana cara adjustment yang benar?”.

Berikut “humble opini” saya untuk menjawab 2 kelompok besar pertanyaan dimaksud …

Read the rest of this entry »

Num of Visits

Num of Visits

This sharing is written into bahasa Indonesia, for foreigner readers please download the English version here: English Version

Ketika saya melihat ke blog saya di https://yd1chs.wordpress.com, saya teringat hari pertama kali blog ini saya aktifkan dengan tujuan yang sangat sederhana yaitu mensharing pengalaman dan pengetahuan saya yang serba sedikit kepada para Hombrewer dan HAM terutama dari Indonesia. Saya bahkan tidak memprediksikan pembaca dari luar negeri akan masuk ke blog, karena memang tulisan-tulisan didalamnya dibuat dengan bahasa Indonesia.

Setelah saya menambahkan sebuah aplikasi gratisan yang disebut dengan “Visitor Locator” produk dari http://www3.clustrmaps.com ke dalam blog, saya baru menyadari bahwa tidak hanya pembaca dari Indonesia yang mampir ke blog, namun cukup banyak juga pembaca dari luar negeri, mereka berasal dari lebih dari 100 Negara di seluruh dunia. Mengetahui hal tersebut, mengingat dari tujuan pembuatan blog diatas, maka saya merasa bersalah kepada mereka karena sharing yang saya lakukan di dalam blog tidak saya lengkapi dengan Bahasa Internasional yaitu Bahasa Inggris. Berdasarkan fakta tersebut akhirnya saya menambahkan link menuju Google Translator untuk memudahkan permasalahan transfer bahasa ini, namun demikian pada tulisan-tulisan terbaru saya menyajikan sebuah dokumen versi Bahasa Inggris yang bisa didownload, sehingga pembaca bisa mengaksesnya walaupun dalam kondisi tidak Online. Terimakasih terhadap Clustrmaps and Google Translate.

Read the rest of this entry »

T and PHI Pad

T and PHI Pad

The sharing is delivered by bahasa Indonesia, for the foreign readers please download the English version here: English Version

Suatu ketika kita akan membutuhkan sebuah rangkaian peredam (attenutor pad) yang dapat digunakan untuk sinyal RF dan sesuai dengan impedansi saluran transmisi kita (biasanya 50 Ohm), sehingga matching impedansi tetap terjaga dengan baik. Rangkaian peredam ini sangat sederhana dan terbuat dari beberapa resistor dengan nilai tertentu sehingga didapatkan efek peredaman, sementara tetap menjaga impedansi input dan outputnya di nilai tertentu. Komponen resistor digunakan karena boleh dikatakan dia adalah jenis komponen pasif yang sifatnya tidak tergantung terhadap frekuensi, dengan demikian sifat peredamannya serta impedansinya dapat bebas terhadap perubahan frekuensi. Mari kita ambil contoh, sebuah sinyal generator RF yang baik adalah memiliki impedansi output yang tetap, misalkan 50 Ohm, sehingga akan memberikan matching optimum bagi bagian sesudahnya. Selain contoh tersebut, masih banyak lagi aplikasi yang membutuhkan rangkaian sederhana ini.

Read the rest of this entry »

HPMAA Prototype

HPMAA Prototype

This sharing was written in Bahasa Indonesia, for foreign readers please download english version here. English Version

Dari dahulu saya telah penasaran dengan sebuah RF Tool yaitu Antenna Analyser, karena secara cerdas ia mampu memberikan interpretasi terhadap nilai impedansi dan SWR dari seutas kabel sekalipun, padahal untuk menurunkan rumus impedansi sebuah antenna yang tidak standar bentuknya sangatlah sulit, kecerdasan alat ukur ini berkat sebuah jembatan resistive yang berfungsi sebagai timbangan. Metode dan teknik yang dipakai untuk membangun sebuah antenna alayser rupanya cukup beragam, mulai dengan menggunakan teknik paling sederhana yang membandingkan tegangan maju dan mundur sehingga terbaca hanya SWR-nya saja sampai dengan yang lebih rumit, yang mampu menampilkan berbagai informasi seperti frekuensi, SWR, Resistansi Input Antenna (R) dan Reaktansi Input Antenna (X) yang lengkap dengan polarisasinya, juga termasuk efisiensi antenna. Bahkan tidak sedikit antenna analyser tersebut dibangun dengan menggunakan mikrokontroller untuk menyelesaikan operasi-operasi matematika, penghitungan frekuensi, Huff-Puff bagi VFO-nya atau juga sebagai data logger bersama dengan sebuah PC atau Laptop.

Read the rest of this entry »

My Oscope

This sharing was written in Bahasa Indonesia, for foreign readers please download the English version. English Version

Oscilloscope atau kadang disingkat dengan OScope adalah alat ukur yang sangat direkomendasikan bagi para homebrewer. Oscilloscope milik saya saat itu saya beli karena kebutuhan untuk melihat bentuk sinyal pada HF VFO pada rangkaian antenna analyser yang sedang saya kerjakan. Ketika itu saya sempat frustasi, karena alat ukur eksisting yang saya miliki tidak dapat memperlihatkan kepada saya problem apa yang sedang saya hadapi. Frekuensi meter saya bahkan masih memberikan gambaran positif terhadap kinerja VFO saya pada band tertinggi HF, dimana antenna analyser selalu memberikan pengukuran yang salah. Hipotesis saya saat itu adalah sinyal keluaran VFO pada band tersebut pasti bukan sinusoidal sempurna dan tidak bersih, karena memiliki banyak harmonik. Namun, saya sulit membuktikannya hanya dengan peralatan yang saya miliki, akhirnya saya mendapatkan sebuah oscilloscope bekas Kenwood CS-1100A dengan bandwidth 100MHz, dan dengan alat ini hipotesis saya terbukti, lega rasanya.

Read the rest of this entry »

Step-1

This sharing was written in Bahasa Indonesia, for English Readers please download its English version here: English Version

Salah satu andalan saya dalam mendesain PCB adalah dengan menggunakan software gratis EAGLE (Easily Applicable Graphical Layout Editor) yang bisa didownload pada http://www.cadsoft.de/ karena software ini mudah digunakan dengan hasil yang cukup memenuhi ekspektasi saya.

Namun suatu ketika kita mungkin akan menemukan sedikit kesulitan karena library bawaan EAGLE tidak ada yang cocok sesuai dengan jenis komponen spesifik yang akan kita gunakan dalam rangkaian, misalkan single gang variable capasitor, atau biasa kita sebut varco plastik satu band, jaman dahulu biasa digunakan untuk tuning bagi penerima broadcasting MW. Namun, jangan khawatir, EAGLE memberikan kebebasan bagi kita untuk membuat library sendiri sesuai dengan bentuk fisik yang dimiliki oleh komponen kita. Tulisan ini akan memandu anda dalam membuat library sendiri secara sederhana.

Read the rest of this entry »

Archieves

Categories

Since 2008, Sept

  • 824,494 hits

My Photos Gallery

Lazy Tower

More Photos