You are currently browsing the tag archive for the ‘AVR’ tag.

Proteus

Sejauh yang saya pernah pelajari dan tahu, salah satu simulator untuk rangkaian elektronik yang cukup terkenal adalah PSPICE (Personal Simulation Program with Integrated Circuit Emphasis), mengingatkan kepada sebuah text book wajib kuliah jurusan elektro … yaitu BECA kalau nggak salah singkatan Basic Electronics Circuit Analisys (CMIIW) karena di dalamnya juga ditampilkan berbagai simulasi dengan menggunakan PSPICE. 15 Tahun yang lalu ketika saya masih di STTTelkom, software tersebut masih sangat terbatas jenisnya dan sulit mendapatkannya, terlebih karena Internet saat itu masih merupakan barang mewah dan mahal.

Sekarang puluhan macam software dengan fungsi yang mirip dengan PSPICE telah berjamur dan bertebaran di Internet. Bahkan beberapa diantarannya disediakan versi demo namun sangat lengkap. Salah satu diantara jajaran software simulator tersebut adalah Proteus. Hingga hari ini ada beberapa program simulasi yang pernah saya pakai – untuk keperluan hobby saja, seperti Circuit Maker dan ORCAD Cadence, namun Proteus sejauh ini saya rasakan sangat berbeda, karena ia mampu melakukan simulasi rangkaian berbasis embedded system, misalnya mikrokontroler persis seperti kondisi riil. Dengan software ini, kita seperti memiliki laboratorium virtual yang sangat lengkap dengan koleksi jenis komponen yang sangat banyak … luar biasa.

Tulisan saya terlampir, hanya menyinggung prosedur utama yang biasanya paling sering digunakan bagi hobby saja, tidak untuk profesional. Ditulis sesingkat-singkatnya disertai beberapa capture gambar untuk memudahkan pemahaman.

Semoga bermanfaat … de yd1chs.

Silakan didownload disini:

Shifted FC

This article was delivered by Bahasa, for English readers please either download an English version or activate a translator feature availabled in this blog. Here it is: Article_on_EN

ABSTRAKSI

Masih seputar dunia 8 bits microcontroller, namun kali ini saya akan tampilkan produk dari AVR yaitu ATmega-8 28 pin. Project yang saya desain ini adalah isu kuno yaitu sebuah frekuensi meter untuk band HF yang dilengkapi dengan fasilitas autoranging dan IF shifting.

Yang saya maksud dengan fitur autoranging adalah FC akan menyesuaikan tampilan pembacaan frekuensi, mulai dari xxx.xx Hertz, xxx.xxx.xx KHz dan xx.xxx.xx MHz.

Selanjutnya, fitur IF Shifting adalah tampilan frekuensi yang telah dijumlahkan atau dikurangkan dengan sebuah Frekuensi IF yang sebelumnya telah disimpan di dalam EEPROM. Pemilihan Frekuensi IF dilakukan oleh user dengan mengukur terlebih dahulu frekuensi pada blok LO, kemudian baru dilakukan penyimpanan ke EEPROM, dengan demikian berapapun frekuensi IF yang user miliki dapat dijadikan referensi. Dalam mode IF shifted, pada LCD baris kedua akan ditampilkan informasi tambahan yaitu:

  • Shifted   F=0
  • Shifted   F>IF
  • Shifted   F<IF, atau
  • Shifted   F=IF

Bila user tidak membutuhkan fitur ini, maka cukup melakukan release tombol “SHIFT”. Dengan demikian, maka user akan dapat mengetahui berapa besar Frekuensi IF yang tersimpan di dalam EEPROM dengan membandingkan perbedaan tampilan frekuensi pada mode “SHIFTED” dan “UN-SHIFTED”.

Read the rest of this entry »

HPMAA Prototype

HPMAA Prototype

This sharing was written in Bahasa Indonesia, for foreign readers please download english version here. English Version

Dari dahulu saya telah penasaran dengan sebuah RF Tool yaitu Antenna Analyser, karena secara cerdas ia mampu memberikan interpretasi terhadap nilai impedansi dan SWR dari seutas kabel sekalipun, padahal untuk menurunkan rumus impedansi sebuah antenna yang tidak standar bentuknya sangatlah sulit, kecerdasan alat ukur ini berkat sebuah jembatan resistive yang berfungsi sebagai timbangan. Metode dan teknik yang dipakai untuk membangun sebuah antenna alayser rupanya cukup beragam, mulai dengan menggunakan teknik paling sederhana yang membandingkan tegangan maju dan mundur sehingga terbaca hanya SWR-nya saja sampai dengan yang lebih rumit, yang mampu menampilkan berbagai informasi seperti frekuensi, SWR, Resistansi Input Antenna (R) dan Reaktansi Input Antenna (X) yang lengkap dengan polarisasinya, juga termasuk efisiensi antenna. Bahkan tidak sedikit antenna analyser tersebut dibangun dengan menggunakan mikrokontroller untuk menyelesaikan operasi-operasi matematika, penghitungan frekuensi, Huff-Puff bagi VFO-nya atau juga sebagai data logger bersama dengan sebuah PC atau Laptop.

Read the rest of this entry »

Archieves

Categories

Since 2008, Sept

  • 816,128 hits

My Photos Gallery

Lazy Tower

More Photos