You are currently browsing the tag archive for the ‘Membuat Frekuensi Meter’ tag.

HW Construction

This article is delivered using Bahasa Indonesia, for the foreigner readers could activate the translator in this blog or simply translate it using “Google Translate” on your browser … this project is hardware implementation of my desain at the previous article at link https://yd1chs.wordpress.com/2011/03/20/shifted-frequency-counter-based-on-avr/

Bagi Pembaca yang berbahasa Indonesia dapat mendownload artikel ini di bawah sehingga dapat diakses secara offline, termasuk seluruh material baik skema maupun firmware.

Abstraksi

YD1CHS Frequency Counter Based on ATMEGA-8 dengan fitur HF Band Range, Arbritary IF Shifting dan Autoranging Display secara hardware telah menunjukkan performansi sesuai dengan desain yang telah saya sharing pada posting sebelumnya di blog https://yd1chs.wordpress.com/2011/03/20/shifted-frequency-counter-based-on-avr/

FC ini secara riil mampu melakukan pengukuran sinyal RF pada seluruh range HF yaitu mulai dari 0.3 sd 30 MHz. Saya belum melakukan percobaan untuk frekuensi diatas 30MHz karena keterbatasan sumber sinyal RF yang saya gunakan, yaitu buatan sendiri. Namun demikian, saya sangat yakin FC ini akan mampu melakukannya. Keterbatasan frekuensi tertinggi yang dapat diukur hanya akibat keterbatasan rangkaian front end (74LS00 dan 74LS393) dalam merespon frekuensi tinggi sinyal. Menurut datasheet mereka, mereka masih mampu melakukan respon dengan baik sampai dengan frekuensi sekitar 50MHz, please CMIIW.

FC juga mampu melakukan penyimpanan sebuah frekuensi IF (intermediated frequency) secara bebas dari sebuah BFO atau sumber sinyal lainnya. Pada kesempatan ini, saya mempergunakan IF dengan frekuensi sekitar 13MHz.

Secara mengesankan FC berhasil menampilkan “Shifted Frequency”, yaitu selisih frekuensi antara F dan IF, disertai dengan indikator F>IF, F<IF, F=IF ataupun F=0. Selisih ini saya desain selalu bersifat positif, dimana selalu nilai terbesar dari F atau IF dikurangi dengan nilai yang lebih kecil. Indikator di atas, membantu kita untuk menentukan bagaimana posisi F dibandingkan dengan IF. Dalam aplikasinya di Single Convertion Trasnceiver, indikator-indikator tersebut dapat bermakna USB atau LSB sesuai dengan konfigurasi dari transceiver kita.

Terakhir, perhitungan “SHIFTED” ataupun “UN-SHIFTED” dapat dipilih oleh user dengan hanya mengaktifkan sebuah switch pada pin 5 ATMEGA-8. High = Un-Shifted dan Low = Shifted.

Secara umum seluruh fitur dari FC ini telah terbukti secara hardware dan dapat diimplementasikan sesuai dengan kebutuhan user. PCB untuk aplikasi ini dapat didesain dengan mudah, karena layout komponen tidaklah terlalu kritis.

Read the rest of this entry »

Archieves

Categories

Since 2008, Sept

  • 824,305 hits

My Photos Gallery

Lazy Tower

More Photos