Kadang ketika kita memonitor pancaran HAM di radio, modulasi pancaran kualitasnya “TIDAK MENGANDUNG UNSUR MANUSIAWI” … istilah HAM Indonesia hehehe, maksudnya kualitas modulasi tidak natural (i.e. bunyi sengau bahkan seperti bebek). Hal ini dikarenakan frekuensi pancar tidak tepat (zero-beat) pada frekuensi tertentu. Kualitas modulasi ini banyak terjadi pada Transceiver (TRX) Homebrew atau TRX Pabrikan tapi sudah pernah di-readjust oleh montir atau HAM. Jangan lupa, salah satu kecabangan hobby Radio Amateur (HAM) adalah otak-atik radio yang masih standar menjadi tidak standar … karena HAM selalu kepo … hehehe.

”How To Adjust TRX for Dummies” ini cocok adalah cara mudah untuk membantu kita dalam adjustment radio-radio koleksi kita yang kemungkinan sudah nggak standar lagi.

Read the rest of this entry »

Advertisements

RTL SDR on OSX

Salah satu keinginan saya adalah memiliki receiver all band yang bisa memonitor aktivitas radio di semua band, selain itu secara visual bisa dimonitor seperti apa spektrum, karena saya juga menginginkan radio receiver tersebut menjadi pengganti spectrum analyzer yang murah meriah untuk mendukung eksperimen.

Untuk kebutuhan spectrum analyzer tersebut saya pernah membuatnya dengan mengkombinasikan oscilloscope 100MHz saya dengan rangkaian sweep generator signal, namun sangat membuat pusing kepala, karena kita hanya bisa melihat grafik response frekuensi saja, tanpa tahu secara pasti titik -3dB filter dimana (BW filter) dan juga frekuensi cut-off filter ada dimana … hehehe, namun saat itu sudah memberikan solusi besar buat saya.

Luar biasa, saat ini sudah banyak beredar receiver all band berbasis SDR (Software Defined Radio) dan mudah didapatkan. Saat itu yang tersedia di toko online masih RTL SDR dimana frekuensi terendah yang dapat didecode adalah sekitar 24MHz, praktis secara langsung kita tidak akan bisa menerima pancaran rekan2 amatir di HF band (0-30MHz) dan kualitas receivernya sangat memprihatinkan. Sampai saat ini dongle jenis ini masih beredar sangat banyak, harganya bervariasi namun sekitar Rp.150 Ribu. Walaupun demikian, dongle ini begitu membantu saya eksperimen saya, karena saya telah lengkapi dengan upconverter 60MHz, sehingga HF Band dapat didengarkan pada frekuensi 60-90MHz. Untuk menganalisa filter atau rangkaian passive lainnya, saya juga membuat white noise generator dari sebuah diode. Saya sangat senang, hingga saat ini masih saya gunakan.

Read the rest of this entry »

Tulisan ini adalah sambungan dari link:

TA7310 Mixer & VCO of Sommerkamp TS310DX

Ketika blok pembangkit frekuensi referensi untuk PLL CCI2001 telah dapat saya perbaiki, maka segera saya lakukan pengecekan terhadap kerja PLL secara utuh.

Hal pertama yang saya cek adalah VCO, blok ini harus dapat beresonansi pada frekuensi sekitar 16-17MHz. Dengan terlebih dahulu melepas koneksi tegangan keluaran Phase Detector menuju ke Diode Varactor VCO, saya coba hidupkan CB dan tapping output pin 3 IC Balanced Modulator TA7310 atau AN103.

Example of TA7310 Application

Sesuai dengan block diagram TA7310, dapat dilihat bahwa IC ini memiliki beberapa komponen RF Amp dan sebuah Mixer. Design IC ini sangat pintar, dan mensolusikan kebutuhan dasar rangkaian sebuah radio ke dalam chip yg kompak.

Ilustrasi disamping diambil dari datasheet TA7310 yang memperlihatkan salah satu aplikasi IC ini dalam dunia radio.

Antara pin 1 dan 2 terdapat sebuah RF Amp yang dapat difungsikan menjadi sebuah Oscillator baik Crystal atau berbasis LC. Dalam rangkaian VCO di Sommerkamp TS310DX VCO dibentuk dengan kombinasi LC pada Tank Coil-nya dan ditambahkan sebuah diode varactor sehingga frekuensi osilasinya dapat dikontrol dengan menggunakan tegangan. Pada dasarnya sebuah diode varactor didalamnya terdapat barrier antara anoda dan katoda, barrier ini kalau dilihat oleh listrik adalah sebagai sebuah capacitor.

Read the rest of this entry »

Tulisan ini adalah sambungan dari link berikut https://yd1chs.wordpress.com/2018/11/29/cb-restoration-sommerkamp-ts-310-dx/

Radio CB Sommerkamp TS310DX menggunakan PLL dengan model CCI3001 dengan jumlah pin sebanyak 18 buah. Karena PLL adalah otak dari semua kontrol frekuensi dalam sebuah radio, maka penting sekali untuk memastikan bahwa PLL radio kita masih dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Ilustrasi blok diagram PLL disamping adalah gambaran secara umum bagaimana PLL bekerja, yaitu terdiri dari 4 bagian utama (perhatikan baik-baik arah tanda panah-nya) yaitu:

  • Clock Reference
  • Phase Detector
  • VCO (Voltage Controlled Oscillator)
  • Loop Filter

Read the rest of this entry »

Sommerkamp TS310DX

Dalam hobby radio amatir ini, waktu terbanyak yang saya gunakan untuk aktivitas radio amatir bukan ragchewing (QSO), namun ngoprek dan nyolder homebrew project atau mereparasi radio jadul yang telah rusak, paling suka kalau rusaknya mati total. Bila radio berhasil dinyalakan kembali, serasa seperti di film frankenstein, menghidupkan zombie yang telah lama mati, hehehe.

Namun hobby menghidupkan zombie radio ini sangat banyak tantangannya, seperti terbatasnya spare part asli radio atau juga kondisi PCB serta perkabelan radio yang biasanya juga sudah menua dan rapuh. Namun buat saya, justru tantangan itulah yang dicari. Kalau diagram block dan schematic kita saat ini malah jauh lebih mudah mencarinya melalui internet, tidak ketinggalan juga komponen bisa kita beli via toko online dan tentunya harus pandai-pandai mencari harga yg cocok dan seller yang baik.

Project frankenstein saya kali ini adalah menghidupkan kembali Radio CB kuno, karena model-nya sudah tidak tertera dibody-nya, maka saya coba-coba menebaknya yaitu Sommerkamp TS310DX dan mirip sekali rangkaiannya dengan Royce 639. Radio ini memiliki 80 Channel (Low dan High), 3 macam modulasi USB, LSB dan AM, dan yang paling saya sukai dari radio ini adalah dilengkapi dengan rangkaian SWR Meter, PO Meter dan tentu saja RX Meter. Saya dapatkan bangkai radio ini di Pasar Cikapundung Bandung sekitar tahun 2007 dengan mahar Rp.200 ribu. Cukup mahal untuk sebuah bangkai radio CB mati, namun saya tidak merasa keberatan untuk menebusnya dan memajangnya hampir 11 tahun di rak radio koleksi saya, hingga akhirnya dia bisa bernafas kembali tahun 2018 ini. hehehe.

Read the rest of this entry »

My Radio Rack

Pada pertengahan tahun 2018 ini kebetulan sekali kami melakukan sedikit renovasi beberapa bagian rumah sederhana kami, dimana untuk ruang operator radio sebelumnya menjadi satu dengan gudang, maka sekarang ruangan kami buat 2 lantai, ruang radio dilantai 2 dan kami tambahkan mezanin di atasnya untuk difungsikan sebagai gudang. Sehingga saya memiliki ruang radio yang lebih luas, namun meja radio eksisting saya terasa sudah tidak lagi fit, sehingga saya memutuskan untuk membuat sendiri rak radio berbahan dasar kayu triplek tebal, dikombinasi kaki-kakinya dari kayu-kayu bekas renovasi ruangan.

Bermodal 2 lembar kayu tripleks tebal 2 cm seharga 250 ribu rupiah selembarnya, berbagai ukuran mur dengan harga 50 ribu rupiah, serta cat besi 3 kg putih seharga 50 ribu rupiah per-kalengnya, saya telah mendapatkan rak yang fit dengan ruangan saya dan tentu saja fit dengan kantong saya.

My Radio Rack Design

Read the rest of this entry »

Archieves

Categories

Since 2008, Sept

  • 998,106 hits

My Photos Gallery

Advertisements